1. MODEL DATA RELASIONAL
Model Relasional merupakan model data yang paling banyak digunakan saat
ini. Hal ini disebabkan oleh bentuknya yang sederhana dibandingkan
dengan model jaringan/network
atau model hirarki. Bentuk yang sederhana ini membuat pekerjaan seorang
programmer menjadi lebih mudah, yaitu dalam melakukan berbagai operasi
data (query, insert,
update, delete, dan lainnya).
Model Data Relasional adalah model basis data yang menggunakan tabel dua
dimensi, yang terdiri dari baris dan kolom untuk menggambarkan sebuah
berkas data.
Keuntungan Model Data Relasional
Bentuknya sederhana sehingga mudah dalam penggunaannya.
Mudah melakukan berbagai operasi data (query, update/edit, delete).
Istilah-istilah dalam Model Data Relasional :
Relasi yaitu sebuah tabel yang terdiri dari beberapa kolom dan beberapa baris.
Atribut yaitu kolom pada sebuah relasi.
Tupel yaitu baris pada sebuah relasi.
Domain yaitu kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih atribut
Derajat yaitu jumlah atribut dalam sebuah relasi (jumlah field)
Cardinality yaitu jumlah tupel dalam sebuah relasi (jumlah record)
Relational Key
Super key
Satu/kumpulan atribut yang secara unik mengidentifikasi sebuah tupel di
dalam relasi (satu atau lebih field yang dapat dipilih untuk membedakan
antara 1 record dengan record
lainnya).
Candidate key
Atribut di dalam relasi yang biasanya mempunyai nilai unik (super key dengan jumlah field yang paling sedikit)
Primary key
Candidate key yang dipilih untuk mengidentifikasikan tupel secara unik dalam relasi
Alternate key
Candidate key yang tidak dipilih sebagai primary key
Foreign key
Atribut dengan domain yang sama yang menjadi kunci utama pada sebuah
relasi tetapi pada relasi lain atribut tersebut hanya sebagai atribut
biasa
Relational Integrity Rules
Null
Nilai suatu atribut yang tidak diketahui dan tidak cocok untuk baris (tuple) tersebut
Entity Integrity
Tidak ada satu komponen primary key yang bernilai null.
Referential Integrity
Suatu domain dapat dipakai sebagai kunci primer bila merupakan atribut tunggal pada domain yang bersangkutan.
Bahasa Pada Model data Relasional
Menggunakan bahasa query, yaitu pernyataan yang diajukan untuk mengambil informasi, yang terbagi 2 yaitu :
a. Bahasa Query Formal
Bahasa query yang diterjemahkan dengan menggunakan simbol-simbol matematis.
Terbagi 2, yaitu:
a. Prosedural, yaitu pemakai memberi spesifikasi data apa yang dibutuhkan dan bagaimana cara mendapatkannya.
Misal : Aljabar Relasional , yaitu dimana query diekspresikan dengan
cara menerapkan operator tertentu terhadap suatu tabel / relasi.
b. Non Prosedural, yaitu pemakai menspesifikasikan data apa yang
dibutuhkan tanpa menspesifikasikan bagaimana untuk mendapatkannya.
Misal : Kalkulus Relasional, dimana query menjelaskan set tuple yang
diinginkan dengan cara menjelaskan predikat tuple yang diharapkan.
Terbagi 2 :
Kalkulus Relasional Tupel
Kalkulus Relasional Domain
b. Bahasa Query Komersial
Bahasa Query yang dirancang sendiri oleh programmer menjadi suatu
program aplikasi agar pemakai lebih mudah menggunakannya (user
friendly).
Contoh :
QUEL, berbasis bahasa kalkulus relasional
QBE, berbasis bahasa kalkulus relasional
SQL, berbasis bahasa kalkulus relasional dan aljabar relasional
2. MODEL BASIS DATA HYBRID
Model basis data menyatakan hubungan antar rekaman yang tersimpan dalam
basis data. Beberapa literatur menggunakan istilah struktur data logis
untuk menyatakan keadaan ini. Model dasar yang paling umum yaitu :
1. Model Hirarki
Model hirarki biasa disebut model pohon, karena menyerupai pohon yang
dibalik. Model ini menggunakan pola hubungan orang tua & anak.
Setiap simpul (biasa sinyatakan dengan lingkaran atau kotak) menyatakan
sekumpulan medan. Simpul yang terhubung ke simpul pada level di bawahnya
disebut orang tua.Setiap orang tua bisa memiliki satu hubungan (1 : 1)
atau beberapa anak (1 : M), tetapi setiap anak hanya memiliki satu orang
tua. Simpul-simpul yang dibawahi oleh simpul orang tua disebut anak.
Simpul orang tua yang tidak memiliki orang tua disebut akar. Simpul yang
tidak memiliki anak disebut daun. Adapun hubungan antara anak dan orang
tua disebut cabang. Beriktu memperlihatkan contoh model hirarki, yang
terdiri atas 4 level dan 13 simpul.Pada contoh diatas, A berkedudukan
sebagai akar, dan berkedudukan sebagai orang tua dari simpul B, C, D,
dan E. Keempat simpul yang disebutkan belakangan ini disebut sebagai
anak simpaul A. C juga dapat berkedudukan sebagai orang tua , yaitu
orang tua F dan G. Adapun simpul F, G, H, I, J, L, dan M disebut sebagai
daun.Contoh produk DBMS yang menggunakan model hirarki adalah IMS
(Information Management System) , yang dikembangkan oleh dua perusahaan
IBM dan Rockwell International Corporation.
2. Model Basis Data Relasional Dan Sig
Perbedaan penekanan para perancang sistem SIG pada pendekatan basis data
untuk penyimpanan koordinatkoordinat peta dijital telah memicu
pengembangan dua pendekatan yang berbeda dalam mengimplementasikan basis
data relasional di dalam SIG. Pengimplementasian basis data relasional
ini didasarkan pada model data hybrid atau terintegrasi.
3. Model Data Hybrid
Nah ini merupak inti dari pembahasan kita, jadi langkah awal pada
pendekatan ini adalah pemahaman adanya dugaan atau pendapat bahwa
mekanisme penyimpanan data yang optimal untuk informasi lokasi (spasial)
di satu sisi, tetapi di dsisi yang lain, tidak optimal untuk informasi
atribut (tematik). Berdasarkan hal ini, data kartografi digital disimpan
di dalam sekumpulan files sistem operasi direct access untuk
meningkatkan kecepatan input-output, sementara data atributnya disimpan
did alam DBMS relasioanl lomersial yang standar.
Maka perangkat lunak SIG bertugas mengelola hubungan (linkage) anatar
files kartografi (lokasi) dan DBMS (data atribut) selama operas-operasi
pemrosesan peta yang berbeda (misalnya overlay) berlangsung. Sementara
digunakan beberapa pendekatan yang berbeda untuk penyimpanan data
kartografi, mekanisme untuk menghubungkan dengan basis datanya tetap
sama secara esensial, berdasarkan nomor pengenal (ID) yang unik yang
disimpan di dalam sebuah tabel atribut basis data yang memungkinkannya
tetap terkait dengan elemen-elemen peta yang bersangkutan.
4. Model Data Terintegrasi
Pendekatan modael data terintegrasi juga dideskripsikan sebagai
pendekatan sistem pengelolaan basis data (DBMS) spasial, dengan SIG yang
bertindak sebagai query processor. Kebanyakan implementasinya pada saat
ini adalah bentuk topologi vektor dengan tabel-tabel relasional yang
menyimpan data-data koordinat peta (titik, nodes, segmen garis, dl.)
bersama dengan tabel lain yang berisi informasi topologi. Data-data
atribut disimpan di dalam tabel-tabel yang sama sebagai basis data map
feature (tabel internal atau abel yang dibuat secara otomatis) atau
disimpan di dalam tabel-tabel yang terpisah dan dapat diakses melalui
operasi relasioanl “JOIN”.
3. Model Data Terintegrasi
Model data teritegrasi adalah Pendekatan model data yang juga
deskripsikan sebagai pendekatan sistem pengelolaan basis data (DBMS)
spasial, dengan SIG yang bertindak sebagai query processor. Kebanyakan
implementasinya pada saat ini adalah bentuk topologi vektor dengan
tabel-tabel relasional yang menyimpan data-data koordinat peta (titik,
nodes, segmen garis, dl.) bersama dengan tabel lain yang berisi
informasi topologi. Data-data atribut disimpan di dalam tabel-tabel yang
sama sebagai basis data map feature (tabel internal atau abel yang
dibuat secara otomatis) atau disimpan di dalam tabel-tabel yang terpisah
dan dapat diakses melalui operasi relasional “JOIN”.
Aspek lain di dalam penanganan basis data spasial yang bervolume
besar adalah kebutuhan mengenai konversi informasi koordinat dua dimensi
menjadi kunci-kunci spasial satu dimensi yang dapat disimpan sebagai
kolom-kolom (fields) tael basis data (sebagai contoh sejumlah nilai
koordinat pada tabel garis dapat dijadikan sebagai satu string panjang
di dalam satu kolom (field) koordinat. Kemudian kunci-kunci ini dapat
diindekskan untuk mempercepat pemanggilan elemen-elemen peta yang
bersangkutan.
Sumber :
http://jagkedd.blogspot.co.id/2016/05/konsep-basis-data-dalam-sig.html