NUMBER 1.2
PERTANYAAN :
Bagaimana mungkin jam di dua komputer yang terhubung dengan jaringan lokal disinkronkan tanpa mengacu pada sumber waktu eksternal? Faktor-faktor apa yang membatasi ketepatan prosedur yang telah dijelaskan? Bagaimana bisa jam di sejumlah besar komputer yang terhubung dengan internet disinkronkan? Diskusikan ketepatan dari prosedur tersebut
JAWABAN :
Protokol sinkronisasi beberapa waktu dijelaskan dalam Bagian 10.3. Salah satunya adalah protokol Cristian.Secara
singkat, putaran waktu perjalanan t untuk mengirim pesan dan balasan
antara komputer A dan komputer B diukur dengan tes pengulangan, maka komputer A
mengirimkan pengaturan waktu T ke komputer B. B menetapkan jam untuk T +
t / 2. Pengaturan dapat disempurnakan oleh pengulangan. Prosedur ini tunduk pada ketidakakuratan karena anggapan untuk
penggunaan jaringan lokal dari komputer lain dan keterlambatan dalam
pengolahan pesan dalam sistem operasi dari A dan B. Untuk jaringan
lokal, akurasi adalah mungkin dalam 1 ms.Untuk
sejumlah besar komputer, satu komputer harus dinominasikan untuk
bertindak sebagai server waktu dan harus melaksanakan protokol Cristian
dengan mereka semua. Protokol dapat dimulai dengan satu per satu. Ketidakakuratan
tambahan muncul di internet karena pesan yang tertunda ketika mereka
melalui switch dalam jaringan area yang lebih luas. Untuk jaringan luas akurasi mungkin dalam 5-10 ms. Jawaban ini tidak memperhitungkan kebutuhan untuk toleransi kesalahan.
Kamis, 24 Desember 2015
Rabu, 14 Oktober 2015
5W + 1H (Telematika)
A. Pengertian Telematika
Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.
Pertama kali istilah Telematika digunakan di Indonesia adalah pada perubahan pada nama salah satu laboratorium telekomunikasi di ITB pada tahun 1978.
Cikal bakal Laboratorium Telematika berawal pada tahun 1960-an. Sempat berganti-ganti nama mulai dari Laboratorium Switching lalu Laboratorium Telekomunikasi Listrik. Seiring perjalanan waktu dan tajamnya visi para pendiri, pada tahun 1978 dilakukan lagi perubahan nama menjadi Laboratorium Telematika. Ketika itu, nama Telematika tidak sepopuler seperti sekarang. Pada tahun 1978 itulah, di Indonesia, istilah Telematika pertama kali dipakai.
Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).
Salah satu milis internet Indonesia terbesar adalah milis Telematika. Dari milis inipun tidak ada penjelasan mengapa milis ini bernama telematika, yang jelas arsip pertama kali tercatat dikirimkan pada tanggal 15 Juli 1999. Dari hasil pencarian di arsip mailing list Telematika saya menemukan salah satu ulir diskusi menarik (membutuhkan login) tentang penamaan Telematika yang dikirimkan oleh Paulus Bambang Wirawan.
Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
Selaras dengan pengertian telematika sebagai sarana komuikasi jarak jauh, maka fungsi dari telematika antara lain :
1. Penyampai informasi. Telematika digunakan sebagai penyampai informasi agar orang yang melakukan Komunikasi menjadi lebih berpengetahuan dari sebelumnya. Bertambahnya pengetahuan manusia akan meningkatan keterampilan hidup, menambah kecerdasan, meningkatkan kesadaran dan wawasan.
2. Sarana Kontak sosial hidup bermasyarakat. Interaksi sosial menimbulkan kebersamaan; keakraban, dan kesatuan yang akan melahirkan kerjasama. Telematika menjadi penghubung diantara peserta kerjasama tersebut, walaupun mereka tersebar dimana-mana. Telematika menjembatani proses interaksi sosial dan kerjasama sehingga menghasilkan jasa yang memiliki nilai tambah dibanding hasil perseorangan.
C. Pemanfaatan Telematika di Bidang Pendidikan
Menurut Miarso (2004) terdapat sejumlah pilihan alternatif pemanfaatan di bidang pendidikan, yaitu :
1. Perpustakaan Elektronik
Perpustakaan yang biasanya arsip-arsip buku dengan di Bantu dengan teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya. Homepage dari The Library of Congress merupakan salah satu perpustakaan yang terbesar di dunia. Saat ini sebagian informasi yang ada di perpustakaan itu dapat di akses melalui internet.
2. Surat Elektronik (email)
Dengan aplikasi sederhana seperti email maka seorang dosen, pengelola, orang tua dan mahasiswa dapat dengan mudah berhubungan. Dalam kegiatan di luar kampus mahasiswa yang menghadapi kesulitan dapat bertanya lewat email.
3. Ensiklopedia
Sebagian perusahan yang menjajakan ensiklopedia saat ini telah mulai bereksperimen menggunakan CD ROM untuk menampung ensiklopedia sehingga diharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak hanya berisi tulisan dan gambar saja, tapi juga video, audio, tulisan dan gambar, dan bahkan gerakan. Dan data informasi yang terkandung dalam ensklopedia juga telah mulai tersedia di internet. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka data dan informasi yang terkandung dalam ensiklopedi elektronik dapat diperbaharui.
4. Sistem Distribusi Bahan Secara Elektronis ( digital )
Dengan adanya sistem ini maka keterlambatan serta kekurangan bahan belajar bagi warga belajar yang tinggal di daerah terpencil dapat teratasi. Bagi para guru SD yang mengikuti penyetaraan D2, sarana untuk mengakses program ini tdk menjadi masalah karena mereka dapat menggunakan fasilitas yang dimiliki kantor pos yang menyediakan jasa internet.
5. Tele-edukasi dan Latihan Jarak Jauh dalam Cyber System
Pendidikan dan pelatihan jarak jauh diperlukan untuk memudahkan akses serta pertukaran data, pengalaman dan sumber daya dalam rangka peningkatan mutu dan keterampilan professional dari SDM di Indonesia. Pada gilirannya jaringan ini diharapkan dapat menjangkau serta dapat memobilisasikan potensi masyarakat yang lain, termasuk dalam usaha, dalam rangka pembangunan serta kelangsungan kehidupan ekonomi di Indonesia, baik yang bersifat pendidikan formal maupun nonformal dalam suatu “cyber system”.
6. Pengelolaan Sistem Informasi
Ilmu pengetahuan tersimpan dalam berbagai bentuk dokumen yang sebagian besar tercetak dalam bentuk buku, makalah atau laporan informasi semacam ini kecuali sukar untuk diakses, juga memerlukan tempat penyimpanan yang luas. Beberapa informasi telah disimpan dalam bentuk disket atau CD ROM, namun perlu dikembangkan lebih lanjut sistem agar informasi itu mudah dikomunikasikan. Mirip halnya dengan perpustakaan elektronik, informasi ini sifatnya lebih dinamik (karena memuat hal-hal yang mutakhir) dapat dikelola dalam suatu sistem.
7. Video Teleconference
Keberadaan teknologi ini memungkinkan siswa atau mahasiswa dari seluruh dunia untuk dapat berkenalan, saling mengenal bangsa di dunia. Teknologi ini dapat digunakan sebagai sarana diskusi, simulasi dan dapat digunakan untuk bermain peran pada kegiatan pembelajaran yang berfungsi menumbuhkan kepercayaan diri dan kerjasama yang bersifat sosial.
Banyak faktor yang mempengaruhi dilaksanakan atau tidaknya potensi teknologi telematika. Faktor utama, menurut Miarso (2004) adalah adanya komitmen politik dari para pengambil kebijakan dan ketersediaan para tenaga terampil.
D. Dampak Penggunaan Telematika
Berbagai macam bentuk yang menjadi dampak penggunaan telematika merebak luas pada masyarakat. Dampak ini akan memunculkan dan merubah pola kehidupan, bekerja, berusaha bahkan merubah falsafah pada bidang-bidang tertentu. Dampak yang pasti adalah akan terjadinya perubahan minat bekerja yang lebih efisien dalam arti benefit to cost ratio, efektif dalam arti kualitas produk, jasa, dan pemerataan distribusi produk jasa kepada masyarakat. Dampak yang akan muncul penggunaan telematika baik secara langsung maupun tidak langsung, yaitu :
1. Penghematan transportasi dan bahan bakar.
2. Menghindarkan jam-jam yang tidak produktif menjadi lebih produktif.
3. Mengembangkan konsep kegiatan tersebar secara merata ke seluruh daerah.
4. Menyuguhkan banyak pilihan sarana telekomunikasi.
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Telematika
http://www.gudangmateri.com/2010/08/perkembangan-telematika-di-indonesia.html
Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.
Pertama kali istilah Telematika digunakan di Indonesia adalah pada perubahan pada nama salah satu laboratorium telekomunikasi di ITB pada tahun 1978.
Cikal bakal Laboratorium Telematika berawal pada tahun 1960-an. Sempat berganti-ganti nama mulai dari Laboratorium Switching lalu Laboratorium Telekomunikasi Listrik. Seiring perjalanan waktu dan tajamnya visi para pendiri, pada tahun 1978 dilakukan lagi perubahan nama menjadi Laboratorium Telematika. Ketika itu, nama Telematika tidak sepopuler seperti sekarang. Pada tahun 1978 itulah, di Indonesia, istilah Telematika pertama kali dipakai.
Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).
Salah satu milis internet Indonesia terbesar adalah milis Telematika. Dari milis inipun tidak ada penjelasan mengapa milis ini bernama telematika, yang jelas arsip pertama kali tercatat dikirimkan pada tanggal 15 Juli 1999. Dari hasil pencarian di arsip mailing list Telematika saya menemukan salah satu ulir diskusi menarik (membutuhkan login) tentang penamaan Telematika yang dikirimkan oleh Paulus Bambang Wirawan.
Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
- Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
- Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
- Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicles thelematics).
Selaras dengan pengertian telematika sebagai sarana komuikasi jarak jauh, maka fungsi dari telematika antara lain :
1. Penyampai informasi. Telematika digunakan sebagai penyampai informasi agar orang yang melakukan Komunikasi menjadi lebih berpengetahuan dari sebelumnya. Bertambahnya pengetahuan manusia akan meningkatan keterampilan hidup, menambah kecerdasan, meningkatkan kesadaran dan wawasan.
2. Sarana Kontak sosial hidup bermasyarakat. Interaksi sosial menimbulkan kebersamaan; keakraban, dan kesatuan yang akan melahirkan kerjasama. Telematika menjadi penghubung diantara peserta kerjasama tersebut, walaupun mereka tersebar dimana-mana. Telematika menjembatani proses interaksi sosial dan kerjasama sehingga menghasilkan jasa yang memiliki nilai tambah dibanding hasil perseorangan.
C. Pemanfaatan Telematika di Bidang Pendidikan
Menurut Miarso (2004) terdapat sejumlah pilihan alternatif pemanfaatan di bidang pendidikan, yaitu :
1. Perpustakaan Elektronik
Perpustakaan yang biasanya arsip-arsip buku dengan di Bantu dengan teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya. Homepage dari The Library of Congress merupakan salah satu perpustakaan yang terbesar di dunia. Saat ini sebagian informasi yang ada di perpustakaan itu dapat di akses melalui internet.
2. Surat Elektronik (email)
Dengan aplikasi sederhana seperti email maka seorang dosen, pengelola, orang tua dan mahasiswa dapat dengan mudah berhubungan. Dalam kegiatan di luar kampus mahasiswa yang menghadapi kesulitan dapat bertanya lewat email.
3. Ensiklopedia
Sebagian perusahan yang menjajakan ensiklopedia saat ini telah mulai bereksperimen menggunakan CD ROM untuk menampung ensiklopedia sehingga diharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak hanya berisi tulisan dan gambar saja, tapi juga video, audio, tulisan dan gambar, dan bahkan gerakan. Dan data informasi yang terkandung dalam ensklopedia juga telah mulai tersedia di internet. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka data dan informasi yang terkandung dalam ensiklopedi elektronik dapat diperbaharui.
4. Sistem Distribusi Bahan Secara Elektronis ( digital )
Dengan adanya sistem ini maka keterlambatan serta kekurangan bahan belajar bagi warga belajar yang tinggal di daerah terpencil dapat teratasi. Bagi para guru SD yang mengikuti penyetaraan D2, sarana untuk mengakses program ini tdk menjadi masalah karena mereka dapat menggunakan fasilitas yang dimiliki kantor pos yang menyediakan jasa internet.
5. Tele-edukasi dan Latihan Jarak Jauh dalam Cyber System
Pendidikan dan pelatihan jarak jauh diperlukan untuk memudahkan akses serta pertukaran data, pengalaman dan sumber daya dalam rangka peningkatan mutu dan keterampilan professional dari SDM di Indonesia. Pada gilirannya jaringan ini diharapkan dapat menjangkau serta dapat memobilisasikan potensi masyarakat yang lain, termasuk dalam usaha, dalam rangka pembangunan serta kelangsungan kehidupan ekonomi di Indonesia, baik yang bersifat pendidikan formal maupun nonformal dalam suatu “cyber system”.
6. Pengelolaan Sistem Informasi
Ilmu pengetahuan tersimpan dalam berbagai bentuk dokumen yang sebagian besar tercetak dalam bentuk buku, makalah atau laporan informasi semacam ini kecuali sukar untuk diakses, juga memerlukan tempat penyimpanan yang luas. Beberapa informasi telah disimpan dalam bentuk disket atau CD ROM, namun perlu dikembangkan lebih lanjut sistem agar informasi itu mudah dikomunikasikan. Mirip halnya dengan perpustakaan elektronik, informasi ini sifatnya lebih dinamik (karena memuat hal-hal yang mutakhir) dapat dikelola dalam suatu sistem.
7. Video Teleconference
Keberadaan teknologi ini memungkinkan siswa atau mahasiswa dari seluruh dunia untuk dapat berkenalan, saling mengenal bangsa di dunia. Teknologi ini dapat digunakan sebagai sarana diskusi, simulasi dan dapat digunakan untuk bermain peran pada kegiatan pembelajaran yang berfungsi menumbuhkan kepercayaan diri dan kerjasama yang bersifat sosial.
Banyak faktor yang mempengaruhi dilaksanakan atau tidaknya potensi teknologi telematika. Faktor utama, menurut Miarso (2004) adalah adanya komitmen politik dari para pengambil kebijakan dan ketersediaan para tenaga terampil.
D. Dampak Penggunaan Telematika
Berbagai macam bentuk yang menjadi dampak penggunaan telematika merebak luas pada masyarakat. Dampak ini akan memunculkan dan merubah pola kehidupan, bekerja, berusaha bahkan merubah falsafah pada bidang-bidang tertentu. Dampak yang pasti adalah akan terjadinya perubahan minat bekerja yang lebih efisien dalam arti benefit to cost ratio, efektif dalam arti kualitas produk, jasa, dan pemerataan distribusi produk jasa kepada masyarakat. Dampak yang akan muncul penggunaan telematika baik secara langsung maupun tidak langsung, yaitu :
1. Penghematan transportasi dan bahan bakar.
2. Menghindarkan jam-jam yang tidak produktif menjadi lebih produktif.
3. Mengembangkan konsep kegiatan tersebar secara merata ke seluruh daerah.
4. Menyuguhkan banyak pilihan sarana telekomunikasi.
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Telematika
http://www.gudangmateri.com/2010/08/perkembangan-telematika-di-indonesia.html
Kamis, 08 Oktober 2015
PERETASAN SONY PICTURES ENTERTAINMENT
Peretasan Sony Pictures Entertainment
Peretasan terhadap Sony Pictures Entertainment terjadi pada 24 November 2014. Hari itu para karyawan perusahaan perfilman itu menemukan kejutan aneh: sebuah gambar tengkorak warna merah muncul di komputer-komputer mereka.
Bersama dengan itu, tampil jua pesan bahwa ada rahasia perusahaan yang akan dibocorkan. Email perusahaan pun ditutup, akses VPN bahkan Wifi dipadamkan seiring tim admin IT mereka berusaha memerangi penyusup itu.
Bersama dengan itu, tampil jua pesan bahwa ada rahasia perusahaan yang akan dibocorkan. Email perusahaan pun ditutup, akses VPN bahkan Wifi dipadamkan seiring tim admin IT mereka berusaha memerangi penyusup itu.
Pesan hacker yang meretas Sony Pictures
Selanjutnya terjadi kehebohan besar. Kelompok peretas yang mengaku sebagai Guardian of Peace (GoP) pun menyebarkan lebih dari 40GB data rahasia perusahaan tersebut.
Di antara data yang bocor itu termasuk data medis karyawan, gaji, tinjauan kinerja, bayaran untuk para selebriti, nomor jaminan sosial, serta salinan beberapa film yang belum dirilis.
Ada dugaan bahwa peretasan ini masih akan berbuntut panjang. Para peretas mengklaim ada total 100 TB data yang berhasil mereka curi, termasuk seluruhdatabase email. Data 40GB yang sudah dibocorkan, hanyalah bagian kecil dari itu.
Terkait peretasan ini, Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa pelakunya adalah Korea Utara. Namun tuduhan itu dibantah. Bahkan negeri komunis itu sempat menawarkan kerjasama untuk menyelidiki pelakunya.
Di antara data yang bocor itu termasuk data medis karyawan, gaji, tinjauan kinerja, bayaran untuk para selebriti, nomor jaminan sosial, serta salinan beberapa film yang belum dirilis.
Ada dugaan bahwa peretasan ini masih akan berbuntut panjang. Para peretas mengklaim ada total 100 TB data yang berhasil mereka curi, termasuk seluruhdatabase email. Data 40GB yang sudah dibocorkan, hanyalah bagian kecil dari itu.
Terkait peretasan ini, Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa pelakunya adalah Korea Utara. Namun tuduhan itu dibantah. Bahkan negeri komunis itu sempat menawarkan kerjasama untuk menyelidiki pelakunya.
Sumber :
http://tekno.kompas.com/read/2014/12/29/09190067/7.kasus.hacking.paling.heboh.di.2014
Minggu, 28 Juni 2015
Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Pengendalian Intern Terhadap Kinerja Instansi Pemerintah
Salah satu aspek penting dalam reformasi birokrasi
adalah penataan manajemen pemerintah pusat dan daerah (propinsi, kabupaten,
kota). Hal tersebut dinilai penting antara lain karena keberhasilan suatu
kebijakan ditentukan pula oleh kemampuan manajemen dalam birokrasi pemerintahan
untuk melaksanakan kebijakan tersebut secara efisien dan efektif. Seluruh
aktivitas dalam lingkungan instansi pemerintah akan diukur dari sisi
akuntabilitas kinerjanya, baik dari sisi kinerja individu, kinerja unit kerja
dan kinerja instansi, dan bahkan juga kinerja pemerintahan secara keseluruhan.
Di Indonesia, praktik pengukuran kinerja dilakukan
untuk menanggapi TAP MPR No. IX/MPR/1998 tentang penyelenggaraan pemerintahan
daerah yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme dan UU No. 28 tahun 1999
tentang hal yang sama. Menanggapi mandat tersebut maka dikeluarkan Inpres No 7
tahun 1999 tentang akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang mewajibkan
seluruh instansi pemerintah menyusun perencanaan strategik, melakukan
pengukuran kinerja dan melaporkannya sebagai wujud akuntabilitas.
Salah satu hal yang mempengaruhi kinerja instansi
pemerintah daerah adalah pemanfaatan teknologi
informasi. Perkembangan teknologi informasi direspon
oleh organisasi dengan mendesain sistem informasi berbasis teknologi komputer
atau website. Sistem informasi yang didukung TI dapat memberikan nilai tambah
bagi organisasi jika didesain menjadi sistem informasi yang efektif,
Kinerja organisasi sangat dipengaruhi oleh penguasaan teknologi
informasi dari karyawan suatu organisasi. Dengan aplikasi teknologi maka
organisasi akan mengalami perubahan sistem manajemen, dari sistem tradisional
ke sistem manajemen kontemporer. Teknologi informasi berkaitan dengan
pelayanan, hal tersebut dikarenakan salah satu dimensi dari kualitas pelayanan
adalah kecepatan pelayanan (Parasuraman et al., 1988 dalam Mardjiono 2009),
dimana dimensi tersebut dapat dikaitkan dengan teknologi informasi. Dengan
adanya teknologi informasi maka pelayanan yang diberikan, khususnya pada
organisasi jasa, akan semakin cepat dan akurat.
Bodnar dan Hopwood (2000) menyatakan bahwa sistem
informasi berbasis komputer merupakan sekelompok perangkat keras dan perangkat
lunak yang dirancang untuk mengubah data menjadi informasi yang bermanfaat.
Penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak tersebut dimaksudkan untuk
menghasilkan informasi secara cepat dan akurat
Penelitian yang dilakukan oleh Bandi, (2006)
menunjukkan bahwa investasi teknologi informasi perusahaan berpengaruh terhadap
kinerja perusahaan tersebut. Begitu juga dengan Rahadi (2007) yang sama dengan
Jayanti (2008) juga menyatakan bahwa informasi teknologi sangat berperan dalam
peningkatan pelayanan di sektor publik. Mardjiono (2009) juga menyimpulkan
bahwa pemanfaatan Teknologi Informasi berpengaruh terhadap kinerja organisasi
yaitu RSUD di Kabupaten Temanggung.
Faktor lain yang juga berpengaruh terhadap kinerja
organisasi adalah pengendalian intern. Dalam penelitian Prasetyono dan
Kompyurini (2007) tentang analisis kinerja rumah sakit daerah dengan pendekatan
balanced scorecard berdasarkan komitmen organisasi, pengendalian intern dan
penerapan prinsip-prinsip good corporate governance (survey pada rumah sakit di
Jawa Timur) menyatakan bahwa terdapat hubungan antara komitmen organisasi,
pengendalian intern dan penerapan good governance terhadap kinerja organisasi akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah setiap
daerah tentunya berbeda. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13
Tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah dimana setiap daerah
melakukan pengelolaan sendiri terhadap keuangannya. Penelitian ini dilakukan
untuk melihat kembali bagaimana pengaruh Pemanfaatan Informasi Teknologi dan
Pengendalian Intern terhadap Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Kampar.
Manfaat yang diharapkan dari essay ini adalah
menyediakan informasi sebagaimana pentingnya pengaruh pemanfaatan teknologi
informasi dan pengendalian intern terhadap kinerja instansi pemerintah dan bagi
pemerintah daerah diharapkan dapat menjadi masukan dalam mendukung pelaksanaan
otonomi daerah khususnya akan meningkatkan kinerja instansi pemerintah daerah
dalam mewujudkan good governance.
1. Pemanfaatan Teknologi Informasi
Menurut O’Brien (2006:28) dalam Wijana (2007)
teknologi adalah suatu jaringan komputer yang terdiri atas berbagai komponen
pemrosesan informasi yang menggunakan berbagai jenis hardware, software,
manajemen data, dan teknologi jaringan informasi. Menurut Aji (2005:6) dalam
Wijana (2007) informasi adalah data yang terolah dan sifatnya menjadi data lain
yang bermanfaat dan biasa disebut informasi.
Pemanfaatan teknologi informasi adalah perilaku/sikap
akuntan menggunakan teknologi informasi untuk menyelesaikan tugas dan
meningkatkan kinerjanya. Pemanfaatan teknologi informasi menurut Thomson et.al.
(1991) dalam Wijana (2007) merupakan manfaat yang diharapkan oleh pengguna
sistem informasi dalam melaksanakan tugasnya atau perilaku dalam menggunakan
teknologi pada saat melakukan pekerjaan. Pengukurannya berdasarkan intensitas
pemanfaatan, frekuensi pemanfaatan dan jumlah aplikasi atau perangkat lunak
yang digunakan.
Pemanfaatan teknologi informasi yang tepat dan
didukung oleh keahlian personil yang mengoperasikannya dapat meningkatkan
kinerja perusahaan maupun kinerja individu yang bersangkutan.
2. Pengendalian Intern
Dalam PP No. 60 Tahun 2008, Sistem Pengendalian Intern
adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara
terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan
memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan
efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan
terhadap peraturan perundang-undangan. Tujuan adanya pengendalian intern : (1)
Menjaga kekayaan organisasi/mengamankan asset, (2) Memeriksa ketelitian dan
kebenaran data akuntansi, (3) Mendorong efisiensi, (4) Mendorong dipatuhinya
kebijakan manajemen.
Berkenaan dengan komponen atau unsur pengendalian
intern, SPIP (Sistem Pengendalian Intern Pemerintah) dalam UU No. 60 tahun 2008
terdiri atas unsur (a) lingkungan pengendalian, (b) penilaian risiko, (c) kegiatan
pengendalian, (d) informasi dan komunikasi dan (e) pemantauan pengendalian
intern.
3. Kinerja Instansi Pemerintah
Kinerja merupakan kondisi yang harus diketahui dan
diinformasikan kepada pihak-pihak tertentu untuk mengetahui tingkat pencapaian
hasil suatu instansi dihubungkan dengan visi yang diemban suatu organisasi
serta mengetahui dampak positif dan negatif suatu kebijakan operasional yang
diambil. Mardiasmo (2002-a:21) dalam Legina (2008) mengemukakan kinerja program
berhubungan dengan akuntabilitas publik, karena pemerintah sebagai pengemban
amanat masyarakat bertanggungjawab atas kinerja yang telah dilakukannya, hal
tersebut karena pemerintah berkewajiban untuk mengelola program pembangunan
dalam rangka menjalankan pemerintahannya. Dalam hal indikator kinerja, sebagai
dasar untuk mengukur kinerja, dipakai indikator input, output, outcome, benefit
dan impact. Dalam kenyataan, indikator yang dapat dengan tepat diidentifikasi
hanyalah input dan output, sedangkan indikator yang lain lebih sulit diukur dan
ditentukan keberhasilannya (Solikhin, 2006).
Menurut Bastian (2005: 267) indikator kinerja adalah
ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu
sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dengan
memperhitungkan indikator. Indikator-indikator yang
digunakan untuk mengukur kinerja organisasi adalah masukan (inputs), keluaran (outputs),
hasil (outcome), manfaat (benefit) dan dampak (impact).
Pengukuran kinerja merupakan suatu proses menetapkan
indikator-indikator dan target kinerja dan mengumpulkan hasil-hasil kinerja
aktual untuk dievaluasi. Kinerja diukur untuk melihat pencapaian tujuan-tujuan
dan sasaran-sasaran kegiatan atau program yang dirumuskan dalam dokumen
perencanaan strategis. Pengukuran kinerja perlu dilakukan untuk meningkatkan
pelayanan kepada publik dan meningkatkan akuntabilitas (Audit Commision, 2000
dalam Sihaloho (2005).
Kinerja pemerintah daerah dengan sendirinya merupakan
keseluruhan capaian atau hasil-hasil selama pelaksanaan otonom daerah. Untuk
mencapai tingkat kinerja seperti yang diharapkan perlu dirumuskan rencana
kinerja yang memuat penjabaran sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam
rencana strategis pemerintah daerah. Di Indonesia, praktik pengukuran kinerja
instansi pemerintah telah dilakukan setelah dikeluarkan Inpres No. 7 tahun 1999
tentang akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Menanggapi instruksi
tersebut, Lembaga Administrasi Negara dan BPKP menyusun buku pedoman penyusunan
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).
LAKIP merupakan suatu laporan kinerja instansi yang
bersifat vertikal yaitu laporan kepada instansi yang diatasnya dan kepala
Lembaga Administrasi Negara dan BPKP. Alur pelaporan LAKIP untuk pemerintah
kota dan kabupaten sesuai dengan Inpres No. 7 tahun 1999 ( Sumber: Lembaga
Administrasi Negara, Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja
Pemerintah, 2003 dalam Sihaloho, 2005).
Sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah
merupakan suatu tatanan, instrumen, dan metode pertanggungjawaban yang intinya
meliputi tahap sebagai berikut :
1.Penetapan rencana strategik
2.Pengukuran kinerja
3.Pelaporan kinerja
4.Pemanfaatan informasi kinerja bagi perbaikan kinerja
secara berkesinambungan.
Pada PP 25/2005, pernyataan yang lebih tegas berkaitan
dengan prestasi kerja atau kinerja antara lain dapat ditemukan pada Catatan
atas Laporan Keuangan dan Laporan Kinerja Keuangan.
1. Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap Kinerja
Instansi Pemerintah
Pemanfaatan teknologi informasi menurut Thomson et.al.
(1991) dalam Wijana (2007) merupakan manfaat yang diharapkan oleh pengguna
sistem informasi dalam melaksanakan tugasnya atau perilaku dalam menggunakan
teknologi pada saat melakukan pekerjaan. Salah satu manfaat yang diharapkan
seperti peningkatan kinerja yang merupakan bagian dari Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah.
Goodhue dan Thompson (1995) dalam Setiawan (2005)
menyarankan agar konsep pemanfaatan teknologi berkaitan dengan dua hal :
menggunakan atau tidak menggunakan teknologi. Pemanfataan teknologi informasi
diukur berdasarkan ketergantungan pemakai terhadap sistem informasi yang ada
untuk melaksanakan tugas dan meningkatkan kinerjanya.
Penelitian yang dilakukan oleh Rahadi (2007)
menyatakan bahwa informasi teknologi sangat berperan dalam peningkatan
pelayanan di sektor publik. Mardjiono (2009) juga menyimpulkan bahwa
pemanfaatan Teknologi Informasi berpengaruh terhadap Kinerja Instansi
Pemerintah. Penelitian serupa dilakukan oleh Wijana, 2007 yang menyatakan bahwa
pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja
individual pada bank perkreditan rakyat di kabupaten Tebanan. Sedangkan menurut
Novita (2008) tidak terdapat pengaruh antara pemanfaatan teknologi informasi dengan
kinerja individual akuntan intern pada beberapa bank di Pekanbaru.
2. Pengendalian Intern Terhadap Kinerja Instansi
Pemerintah
Hasil penelitian Prasetyono dan Kompyurini (2007)
tentang analisis kinerja rumah sakit daerah dengan pendekatan balanced
scorecard berdasarkan komitmen organisasi, pengendalian intern dan penerapan
prinsip-prinsip good corporate governance (GCG) survei pada rumah sakit daerah
di Jawa Timur menyimpulkan bahwa komitmen organisasi, pengendalian intern dan good
corporate governance secara simultan variabel berpengaruh secara signifikan
terhadap kinerja RSD.
Demikian juga dengan hasil penelitian Hiro Tugiman
(2000), mengenai pengaruh peran auditor intern serta faktor-faktor pendukungnya
terhadap peningkatan pengendalian intern dan kinerja perusahaan disimpulkan
bahwa manajemen puncak sangat besar pengaruhnya terhadap pelaksanaan
pengendalian intern. Selain itu Dedi Supardi (2004) yang meneliti mengenai
pengaruh peran dewan komisaris, formulasi strategi dan penerapan pengendalian
intern serta pengembangan tata kelola perusahaan terhadap kinerja bisnis
menyatakan bahwa pengendalian intern berpengaruh terhadap kinerja bisnis.
Selain itu, pelaksanaan pengendalian dapat efektif
apabila ada komitmen diantara pihak-pihak yang tekait dalam organisasi, baik
sebagai individu maupun kelompok. Hal ini dimaksudkan agar tujuan organisasi
dapat dicapai dengan baik.
Teknik Pembuatan Catatan Kaki (Footnote) dan Daftar Pustaka (Bibliography)
Catatan Kaki (Footnote)
Daftar Pustaka (Bibliography)
- Darmadi Darmawan & Imam Munardhi, Fight like Tiger Win like Champion 8 Kekuatan Dasyat Meraih Sukses Sejati, Jakarta: Gramedia, 2006. Halaman 10
- Darmadi Darmawan & Imam Munardhi, Fight like Tiger Win like Champion 8 Kekuatan Dasyat Meraih Sukses Sejati, Jakarta: Gramedia, 2006. Halaman 10
- Soetjipto Wirosardjono, “Didikan Jerman, Budaya Jawa”, http://www.republika.com
- Darmadi Darmawan & Imam Munardhi, Fight like Tiger Win like Champion 8 Kekuatan Dasyat Meraih Sukses Sejati, Jakarta: Gramedia, 2006. Halaman 10
- Sarah Trenholm & Arthur Jensen, Interpersonal Communication, California: Wadsworth, 2004. Halaman 25
- Soetjipto Wirosardjono, “Didikan Jerman, Budaya Jawa”, http://www.republika.com
- Rhenald Kasali, Sembilan Fenomena Bisnis, Jakarta: Gramedia, 2006. Halaman 8
- Sarah Trenholm & Arthur Jensen, Interpersonal Communication, California: Wadsworth, 2004. Halaman 35
- Rhenald Kasali, Sukses Melakukan Presentasi, Jakarta: Gramedia, 2006. Halaman 55
- Rhenald Kasali, Sukses Melakukan Presentasi, Jakarta: Gramedia, 2006. Halaman 56
- Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Istilah Ekonomi, Jakarta, 2005. Halaman 75
- Ken Conboy, Intel Menguak Tabir Dunia Intelijen, Jakarta: Pustaka Primatama, 2007. Halaman 100
- Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Istilah Hukum, Jakarta, 2005. Halaman 75.
- Marshal R. Romney & Paul John Steinbart, Sistem Informasi Akuntansi, Jakarta, 2005. Halaman 455
- Rudy Adhary, “Kiprah Spion Melayu: dari BRANI hingga BIN”, http://www.kompas.com, 17 Juni 2007
- Rudy Adhary, “Kiprah Spion Melayu: dari BRANI hingga BIN”, http://www.kompas.com, 17 Juni 2007
- Marshal R. Romney & Paul John Steinbart, Sistem Informasi Akuntansi, Jakarta, 2005. Halaman 450
- Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Istilah Ekonomi, Jakarta, 2005. Halaman 75
- Ken Conboy, Intel Menguak Tabir Dunia Intelijen, Jakarta: Pustaka Primatama, 2007. Halaman 100
- Ken Conboy, Intel Menguak Tabir Dunia Intelijen, Jakarta: Pustaka Primatama, 2007. Halaman 110
Daftar Pustaka (Bibliography)
- Darmawan, Darmadi & Imam Munardhi. 2006. Fight like Tiger Win Like a Champion 8 Kekuatan Dasyat Meraih Sukses Sejati. Jakarta: Gramedia. Halaman 10.
- ________________________________. 2006. Fight like Tiger Win Like a Champion 8 Kekuatan Dasyat Meraih Sukses Sejati. Jakarta: Gramedia. Halaman 10.
- Wirosardjono, Setjipto. “Didikan Jerman, Budaya Jawa”. Dalam http://www.republika.com
- Darmawan, Darmadi & Imam Munardhi. 2006. Fight like Tiger Win Like a Champion 8 Kekuatan Dasyat Meraih Sukses Sejati. Jakarta: Gramedia. Halaman 10.
- Trenholm, Sarah & Arthur Jensen. 2004. Interpersonal Communication. California: Wadsworth. Halaman 25.
- Wirosardjono, Setjipto. “Didikan Jerman, Budaya Jawa”. Dalam http://www.republika.com
- Kasali, Rhenald. 2006. Sembilan Fenomena Bisnis. Jakarta: Gramedia. Halaman 8.
- Trenholm, Sarah & Arthur Jensen. 2004. Interpersonal Communication. California: Wadsworth. Halaman 35.
- Kasali, Rhenald. 2006. Sukses Melakukan Presentasi. Jakarta: Gramedia. Halaman 55.
- 2006. Sukses Melakukan Presentasi. Jakarta: Gramedia. Halaman 56.
- Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 2005. Kamus Istilah Ekonomi. Jakarta. Halaman 75.
- Conboy, Ken. 2007. Intel Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia. Jakarta: Pustaka Primatama. Halaman 100
- Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 2005. Kamus Istilah Hukum. Jakarta. Halaman 75.
- Romney, Marshal R & Paul John Steinbart. 2005. Sistem Informasi Akuntasi. Jakarta: Salemba Empat. Halaman 455.
- Adhary, Rudy. “Kiprah Spion Melayu: dari BRANI hingga BIN”. Dalam http://www.kompas.com/ Diakses pada 17 Juni 2007.
- ___________. “Kiprah Spion Melayu: dari BRANI hingga BIN”. Dalam http://www.kompas.com/ Diakses pada 17 Juni 2007.
- Romney, Marshal R & Paul John Steinbart. 2005. Sistem Informasi Akuntasi. Jakarta: Salemba Empat. Halaman 450.
- Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 2005. Kamus Istilah Ekonomi. Jakarta. Halaman 75.
- Conboy, Ken. 2007. Intel Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia. Jakarta: Pustaka Primatama. Halaman 100
- ___________. 2007. Intel Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia. Jakarta: Pustaka Primatama. Halaman 110.
Media Sosial (Sosial Media)
Dilihat dari perkembangan teknologi sekarang ini, mayoritas orang banyak
menggunakan fasilitas internet. Internet merupakan ikon dari
perkembangan teknologi di era globalisasi saat ini. Semua orang di dunia
telah mengenal dan menggunakan internet dengan baik..Hal tersebut telah
membuat setiap individu terus berusaha agar dapat mengikuti setiap
perkembangan teknologi yang ada,sehingga pengetahuan semakin bertambah
dan maju seiring perkembangan zaman. Dari perkantoran hingga ke sekolah –
sekolah kini telah menggunakan kecanggihan internet untuk melakukan
aktivitas sehari – hari.
Perkembangan teknologi dari waktu ke waktu kini semakin pesat, baik dari sisi hardware maupun software yang bersifat desktop based, web based hingga aplikasi yang dapat berjalan dalam Ponsel / Gadget. Ponsel (Gadget) menjadi alat bantu pintar yang memiliki banyak kemampuan untuk berkomunikasi dua arah, sarana hiburan, memutar ulang audio video, menjalankan game, dan juga menjelajah di dunia maya. Selain dari sisi hardware maupun software yang semakin meningkat, perkembangan teknologi di bidang development pun juga semakin berkembang pesat. Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai macam engine yang semakin mempermudah developer untuk membuat alat komunikasi sesuai dengan keinginannya.
Dilihat dari kesibukan masyarakat saat ini yang begitu padat , pastinya dapat membuat tingkat komunikasi antar perorangan menjadi sulit. Maka dari itu kebanyakan orang membutuhkan alat atau media untuk mengatasi hal tersebut. Salah satu media yang mudah di dapat adalah aplikasi sosial media. Di mana, di zaman yang serba teknologi ini, aplikasi sosial media sangat mudah di dapatkan, contohnya adalah Facebook, Twitter, BBM, dan Whatsapp. Komunikasi adalah suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Evolusi dari komunikasi itu sendiri, bisa dikatakan sangat berkembang yaitu dari yang hanya terjadi lewat tatap muka dan lewat sambungan telepon, menjadi bisa lewat dunia maya atau internet dengan jangkauan yang sangat luas.
Sosial media merupakan salah satu media komunikasi yang banyak digemari saat ini. Apalagi sekarang banyak sekali situs internet dan aplikasi yang menjadi sarana untuk berkomunikasi. Kebanyakan mulai dari kaum pelajar hingga orang dewasa sekalipun memanfaatkan fasilitas internet untuk menggunakan sosial media. Bahkan anak usia dini saat ini pun sudah bisa menggunakan sosial media tersebut.
Sosial media/media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya (users) bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan dunia virtual. Jaringan yang biasanya digunakan adalah jaringan internet dan yang sejenisnya, serta selalu menggunakan teknologi yang ada saat ini, seperti modem dan koneksi kabel. Biasanya aplikasi sosial media sering disediakan sebagai tambahan layanan dari perusahaan penyedia jasa online, atau dapat diakses langsung melalui sistem yang disediakan dari perusahaan yang menyediakan aplikasi tersebut. Sebuah aplikasi sosial media bisa digunakan secara bersamaan dengan menggunakan komputer atau gadget yang terhubung ke dalam sebuah jaringan tertentu.
Sosial media merupakan pemenuhan akan kebutuhan manusia dibidang komunikasi karena dapat melakukan komunikasi atau interaksi secara real time. Dilihat dari fungsinya, media sosial dapat memperluas interaksi sosial manusia menggunakan internet dan teknologi web, selain itu sosial media juga berhasil mentransformasi praktik komunikasi searah menjadi praktik komunikasi dialogis antar banyak audience, sehingga membuat para penggunanya seakan melakukan interaksi pada tempat yang sama. Media sosial juga sering kali di salah gunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan kriminal, misalnya digunakan untuk penipuan berkedok pertemanan , kemudian setelah sudah termakan hasutan pelaku. orang tersebut di jual menjadi PSK). Media sosial tidak hanya digunakan sebagai fasilitas berkomunikasi saja, tetapi kita harus tau apa dampak penggunaan media sosial tersebut, baik itu dampak positif ataupun negatif.
Dampak positif dari media sosial itu misalnya melalui jaringan internet, memungkinkan pemain untuk melakukan sosialisasi virtual tanpa dibatasi ruang dan waktu. Bukan hal langka lagi ketika seorang menjalin hubungan pertemanan bahkan pernikahan yang bermula dari bermain sosial media. Selain itu media sosial bisa menjalin silaturahmi sesama teman kita dimana saja tanpa harus bertatap muka, bisa mendapatkan banyak teman dari mana saja, terkadang dengan jejaring sosial, kita bisa bertemu dengan teman lama yang sudah lama tidak pernah bertemu, Kita bisa menambah ilmu pengetahuan, misalnya (kita bisa mendesign – design layout dari jejaring sosial kita atau bisa membuat aplikasi dan kemudian di share ke teman-teman kita lewat jejaring sosial), dengan penggunaan media sosial kita juga lebih cepat mendapatkan informasi, terutama apabila anda mempunyai account twitter. karena account tersebut lebih mudah untuk menyampaikan informasi yang sedang in (terbaru), selain itu juga dapat di gunakan ajang promosi bagi band-band atau artis dalam memprosikan album atau film mereka. Media sosial jika dimanfaatkan dapat membuka peluang bisnis dan lahan mandapatkan penghasilan tambahan. Misalnya saja dengan mengiklankan usaha kita, berjualan di media sosial, atau bahkan melakukan transaksi jual beli melalui media sosial. Banyak aplikasi atau media sosial berbasis internasional, sehingga menuntut seseorang untuk menggunakan bahasa Inggris. Jadi dapat melatih pemahaman mereka dalam berbahasa Inggris. Menurut peneliti, melakukan komunikasi membantu mengetahui, memahami semua informasi yang diperlukan, mempererat tali persaudaraan antar pribadi, kelompok, golongan,bangsa dan negara, dengan komunikasi kita dapat mengetahui kebijakan dan peraturan perundang-undangan Negara, komunikasi berguna bagi organisasi atau kelompok guna melakukan dan menciptakan kerjasama yang baik, dan lain-lain. Komunikasi tidak hanya biasa dilakukan oleh orang tua, tapi juga anak-anak. Tak ada salahnya sebagai anak-anak untuk sesekali bergabung dengan orang tua untuk berkomunikasi bersama. Kebersamaan saat berkomunikasi ini akan meningkatkan keakraban dan interaksi dalam keluarga, dan masyarakat.
Media sosial atau sosial media juga memiliki dampak negatif bagi penggunanya, misalnya seperti sosialisasi fisik berkurang, karena pengguna lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersosialisasi di dunia maya. Penggunaan media sosial melalui komputer, yang mengeluarkan spektrum cahay, dapat merusak mata jika dipandangi terus-menerus tanpa istirahat. Beberapa aplikasi media sosial memerlukan biaya untuk pengguanaannya, misalnya untuk menggunakannya, pengguna harus mengeluarkan biaya penyewaan komputer di warnet atau hanya untuk membeli kuota internet agar terus bisa terkoneksi dengan jaringan. Apabila tidak diorganisir dengan baik, pengguna media sosial dapat menghabiskan biaya cukup besar. Penggunaan media sosial secara berlebihan dapat mengacaukan manajemen waktu jika tidak diatur dengan baik. Banyak kasus di mana penggunanya kecanduan bermain hingga lupa waktu dan melalaikan segala tanggung jawab dan pekerjaannya di dunia nyata, seperti bolos sekolah. Dalam beberapa kasus, pengguna sama sekali melupakan aktivitas fisik dan makan di dunia nyata selama berhari-hari sehingga menimbulkan serangan jantung dan kematian. Pikiran akan selalu terarah pada interaksi di media sosial dan berakibat berkurangnya konsentrasi untuk belajar dan juga membuat emosi tidak stabil. Entah ini terjadi di seluruh dunia atau hanya Indonesia tetapi sejauh yang penulis temui di warnet-warnet diberbagai kota. Para pengguna media sosial sering mengucapkan kata-kata kotor dan kasar saat bermain di warnet.
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah diatas maka masalah yang akan dibahas lebih lanjut dalam penelitian ini yaitu hanya dibatasi pada kecanduan masyarakat terhadap media sosial (sosial media).
Kecanduan merupakan perasaan yang sangat kuat terhadap sesuatu yang diinginkannya sehingga ia akan berusaha untuk mencari sesuatu yang sangat diinginkan itu, misalnya kecanduan internet, kecanduan melihat televisi, atau kecanduan bekerja. Seseorang dapat dikatakan mengalami kecanduan jika tidak mampu mengontrol keinginan untuk menggunakan sesuatu, sehingga memyebabkan dampak negatif bagi individu, baik secara fisik maupun psikis (Badudu, J.S dan Mohammad Zain, Z, 2005: 1397). Salah satu objek yang menyebabkan munculnya kecanduan itu sendiri yaitu media sosial.
Dengan demikian kecanduan media sosial merupakan salah satu jenis kecanduan yang disebabkan oleh teknologi internet atau yang lebih dikenal dengan internet addictive disorder. Internet dapat menyebabkan kecanduan, salah satunya adalah berlebihan dalam menggunakan media sosial. Media sosial atau sosial media atau yang lebih akrab dibilang sosmed merupakan bagian dari internet yang sering dikunjungi dan sangat digemari dan bisa menyebabkan kecanduan yang memiliki intensitas yang sangat tinggi. Dari uraian di atas dapat disimpulkan pengertian kecanduan media sosial adalah suatu keadaan seseorang terikat pada kebiasaan yang sangat kuat dan tidak bisa lepas untuk menggunakan media sosial. Seorang pecandu sosial media dapat menghabiskan waktu untuk bermain sekitar 6 jam atau lebih dalam satu hari. Jika tidak memiliki aktivitas yang dilakukan pecandu media sosial dalam satu hari, mereka terbiasa untuk bermain media sosial lebih lama dan dapat menghabiskan waktu hingga 20 jam dalam satu hari.
Dalam perjalanannya, media sosial telah menjalani perkembangan yang pesat, baik dari segi teknologinya mulai dari dahulu hanya dipakai oleh militer untuk keperluan komunikasi militer hingga bisa menjadi industri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas. Media sosial juga sudah mempengaruhi cara kita bersosialisasi dengan orang lain. Media sosial membuat kita dapat berinteraksi secara tidak langsung dengan orang lain. Akan tetapi efek dari keranjingan media sosial juga dapat berdampak buruk tergantung pada diri masing-masing bagaimana cara mengontrolnya.
Untuk mencegah terjadinya kecanduan sebaiknya melakukan aktivitas – aktivitas di luar rumah seperti berolahraga, berkumpul dengan teman – teman dan masih banyak lagi. Selain itu dengan metode spiritual thinking, yaitu dengan dengan mengalihkan energi dan gairah seseorang menuju hal-hal yang kreatif dan positif. Jika mereka bisa memprogramkan diri untuk menyenangi televisi dan bermain gadget untuk bermain media sosial, mereka mestinya juga bisa diprogramkan untuk hal-hal lain yang lebih baik. Jika ia bisa candu untuk bermain media sosial, maka mereka pun juga bisa diprogramkan untuk candu belajar. Sebaiknya kita harus mengatur antara waktu belajar dengan waktu bermain, jangan sampai waktu bermain lebih banyak daripada waktu belajar.
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data di atas adalah metode langsung dan pencarian langsung dari berbagai sumber, seperti dari buku-buku yang berkaitan dengan judul penulisan dan dari berbagai blog dan website yang ada.
DAFTAR PUSTAKA
Perkembangan teknologi dari waktu ke waktu kini semakin pesat, baik dari sisi hardware maupun software yang bersifat desktop based, web based hingga aplikasi yang dapat berjalan dalam Ponsel / Gadget. Ponsel (Gadget) menjadi alat bantu pintar yang memiliki banyak kemampuan untuk berkomunikasi dua arah, sarana hiburan, memutar ulang audio video, menjalankan game, dan juga menjelajah di dunia maya. Selain dari sisi hardware maupun software yang semakin meningkat, perkembangan teknologi di bidang development pun juga semakin berkembang pesat. Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai macam engine yang semakin mempermudah developer untuk membuat alat komunikasi sesuai dengan keinginannya.
Dilihat dari kesibukan masyarakat saat ini yang begitu padat , pastinya dapat membuat tingkat komunikasi antar perorangan menjadi sulit. Maka dari itu kebanyakan orang membutuhkan alat atau media untuk mengatasi hal tersebut. Salah satu media yang mudah di dapat adalah aplikasi sosial media. Di mana, di zaman yang serba teknologi ini, aplikasi sosial media sangat mudah di dapatkan, contohnya adalah Facebook, Twitter, BBM, dan Whatsapp. Komunikasi adalah suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Evolusi dari komunikasi itu sendiri, bisa dikatakan sangat berkembang yaitu dari yang hanya terjadi lewat tatap muka dan lewat sambungan telepon, menjadi bisa lewat dunia maya atau internet dengan jangkauan yang sangat luas.
Sosial media merupakan salah satu media komunikasi yang banyak digemari saat ini. Apalagi sekarang banyak sekali situs internet dan aplikasi yang menjadi sarana untuk berkomunikasi. Kebanyakan mulai dari kaum pelajar hingga orang dewasa sekalipun memanfaatkan fasilitas internet untuk menggunakan sosial media. Bahkan anak usia dini saat ini pun sudah bisa menggunakan sosial media tersebut.
Sosial media/media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya (users) bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan dunia virtual. Jaringan yang biasanya digunakan adalah jaringan internet dan yang sejenisnya, serta selalu menggunakan teknologi yang ada saat ini, seperti modem dan koneksi kabel. Biasanya aplikasi sosial media sering disediakan sebagai tambahan layanan dari perusahaan penyedia jasa online, atau dapat diakses langsung melalui sistem yang disediakan dari perusahaan yang menyediakan aplikasi tersebut. Sebuah aplikasi sosial media bisa digunakan secara bersamaan dengan menggunakan komputer atau gadget yang terhubung ke dalam sebuah jaringan tertentu.
Sosial media merupakan pemenuhan akan kebutuhan manusia dibidang komunikasi karena dapat melakukan komunikasi atau interaksi secara real time. Dilihat dari fungsinya, media sosial dapat memperluas interaksi sosial manusia menggunakan internet dan teknologi web, selain itu sosial media juga berhasil mentransformasi praktik komunikasi searah menjadi praktik komunikasi dialogis antar banyak audience, sehingga membuat para penggunanya seakan melakukan interaksi pada tempat yang sama. Media sosial juga sering kali di salah gunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan kriminal, misalnya digunakan untuk penipuan berkedok pertemanan , kemudian setelah sudah termakan hasutan pelaku. orang tersebut di jual menjadi PSK). Media sosial tidak hanya digunakan sebagai fasilitas berkomunikasi saja, tetapi kita harus tau apa dampak penggunaan media sosial tersebut, baik itu dampak positif ataupun negatif.
Dampak positif dari media sosial itu misalnya melalui jaringan internet, memungkinkan pemain untuk melakukan sosialisasi virtual tanpa dibatasi ruang dan waktu. Bukan hal langka lagi ketika seorang menjalin hubungan pertemanan bahkan pernikahan yang bermula dari bermain sosial media. Selain itu media sosial bisa menjalin silaturahmi sesama teman kita dimana saja tanpa harus bertatap muka, bisa mendapatkan banyak teman dari mana saja, terkadang dengan jejaring sosial, kita bisa bertemu dengan teman lama yang sudah lama tidak pernah bertemu, Kita bisa menambah ilmu pengetahuan, misalnya (kita bisa mendesign – design layout dari jejaring sosial kita atau bisa membuat aplikasi dan kemudian di share ke teman-teman kita lewat jejaring sosial), dengan penggunaan media sosial kita juga lebih cepat mendapatkan informasi, terutama apabila anda mempunyai account twitter. karena account tersebut lebih mudah untuk menyampaikan informasi yang sedang in (terbaru), selain itu juga dapat di gunakan ajang promosi bagi band-band atau artis dalam memprosikan album atau film mereka. Media sosial jika dimanfaatkan dapat membuka peluang bisnis dan lahan mandapatkan penghasilan tambahan. Misalnya saja dengan mengiklankan usaha kita, berjualan di media sosial, atau bahkan melakukan transaksi jual beli melalui media sosial. Banyak aplikasi atau media sosial berbasis internasional, sehingga menuntut seseorang untuk menggunakan bahasa Inggris. Jadi dapat melatih pemahaman mereka dalam berbahasa Inggris. Menurut peneliti, melakukan komunikasi membantu mengetahui, memahami semua informasi yang diperlukan, mempererat tali persaudaraan antar pribadi, kelompok, golongan,bangsa dan negara, dengan komunikasi kita dapat mengetahui kebijakan dan peraturan perundang-undangan Negara, komunikasi berguna bagi organisasi atau kelompok guna melakukan dan menciptakan kerjasama yang baik, dan lain-lain. Komunikasi tidak hanya biasa dilakukan oleh orang tua, tapi juga anak-anak. Tak ada salahnya sebagai anak-anak untuk sesekali bergabung dengan orang tua untuk berkomunikasi bersama. Kebersamaan saat berkomunikasi ini akan meningkatkan keakraban dan interaksi dalam keluarga, dan masyarakat.
Media sosial atau sosial media juga memiliki dampak negatif bagi penggunanya, misalnya seperti sosialisasi fisik berkurang, karena pengguna lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersosialisasi di dunia maya. Penggunaan media sosial melalui komputer, yang mengeluarkan spektrum cahay, dapat merusak mata jika dipandangi terus-menerus tanpa istirahat. Beberapa aplikasi media sosial memerlukan biaya untuk pengguanaannya, misalnya untuk menggunakannya, pengguna harus mengeluarkan biaya penyewaan komputer di warnet atau hanya untuk membeli kuota internet agar terus bisa terkoneksi dengan jaringan. Apabila tidak diorganisir dengan baik, pengguna media sosial dapat menghabiskan biaya cukup besar. Penggunaan media sosial secara berlebihan dapat mengacaukan manajemen waktu jika tidak diatur dengan baik. Banyak kasus di mana penggunanya kecanduan bermain hingga lupa waktu dan melalaikan segala tanggung jawab dan pekerjaannya di dunia nyata, seperti bolos sekolah. Dalam beberapa kasus, pengguna sama sekali melupakan aktivitas fisik dan makan di dunia nyata selama berhari-hari sehingga menimbulkan serangan jantung dan kematian. Pikiran akan selalu terarah pada interaksi di media sosial dan berakibat berkurangnya konsentrasi untuk belajar dan juga membuat emosi tidak stabil. Entah ini terjadi di seluruh dunia atau hanya Indonesia tetapi sejauh yang penulis temui di warnet-warnet diberbagai kota. Para pengguna media sosial sering mengucapkan kata-kata kotor dan kasar saat bermain di warnet.
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah diatas maka masalah yang akan dibahas lebih lanjut dalam penelitian ini yaitu hanya dibatasi pada kecanduan masyarakat terhadap media sosial (sosial media).
Kecanduan merupakan perasaan yang sangat kuat terhadap sesuatu yang diinginkannya sehingga ia akan berusaha untuk mencari sesuatu yang sangat diinginkan itu, misalnya kecanduan internet, kecanduan melihat televisi, atau kecanduan bekerja. Seseorang dapat dikatakan mengalami kecanduan jika tidak mampu mengontrol keinginan untuk menggunakan sesuatu, sehingga memyebabkan dampak negatif bagi individu, baik secara fisik maupun psikis (Badudu, J.S dan Mohammad Zain, Z, 2005: 1397). Salah satu objek yang menyebabkan munculnya kecanduan itu sendiri yaitu media sosial.
Dengan demikian kecanduan media sosial merupakan salah satu jenis kecanduan yang disebabkan oleh teknologi internet atau yang lebih dikenal dengan internet addictive disorder. Internet dapat menyebabkan kecanduan, salah satunya adalah berlebihan dalam menggunakan media sosial. Media sosial atau sosial media atau yang lebih akrab dibilang sosmed merupakan bagian dari internet yang sering dikunjungi dan sangat digemari dan bisa menyebabkan kecanduan yang memiliki intensitas yang sangat tinggi. Dari uraian di atas dapat disimpulkan pengertian kecanduan media sosial adalah suatu keadaan seseorang terikat pada kebiasaan yang sangat kuat dan tidak bisa lepas untuk menggunakan media sosial. Seorang pecandu sosial media dapat menghabiskan waktu untuk bermain sekitar 6 jam atau lebih dalam satu hari. Jika tidak memiliki aktivitas yang dilakukan pecandu media sosial dalam satu hari, mereka terbiasa untuk bermain media sosial lebih lama dan dapat menghabiskan waktu hingga 20 jam dalam satu hari.
Dalam perjalanannya, media sosial telah menjalani perkembangan yang pesat, baik dari segi teknologinya mulai dari dahulu hanya dipakai oleh militer untuk keperluan komunikasi militer hingga bisa menjadi industri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas. Media sosial juga sudah mempengaruhi cara kita bersosialisasi dengan orang lain. Media sosial membuat kita dapat berinteraksi secara tidak langsung dengan orang lain. Akan tetapi efek dari keranjingan media sosial juga dapat berdampak buruk tergantung pada diri masing-masing bagaimana cara mengontrolnya.
Untuk mencegah terjadinya kecanduan sebaiknya melakukan aktivitas – aktivitas di luar rumah seperti berolahraga, berkumpul dengan teman – teman dan masih banyak lagi. Selain itu dengan metode spiritual thinking, yaitu dengan dengan mengalihkan energi dan gairah seseorang menuju hal-hal yang kreatif dan positif. Jika mereka bisa memprogramkan diri untuk menyenangi televisi dan bermain gadget untuk bermain media sosial, mereka mestinya juga bisa diprogramkan untuk hal-hal lain yang lebih baik. Jika ia bisa candu untuk bermain media sosial, maka mereka pun juga bisa diprogramkan untuk candu belajar. Sebaiknya kita harus mengatur antara waktu belajar dengan waktu bermain, jangan sampai waktu bermain lebih banyak daripada waktu belajar.
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data di atas adalah metode langsung dan pencarian langsung dari berbagai sumber, seperti dari buku-buku yang berkaitan dengan judul penulisan dan dari berbagai blog dan website yang ada.
DAFTAR PUSTAKA
- Disna Harvens (2014). Media Sosial (Definisi, Peran, dan Fungsi). Tersedia: https://prezi.com/mpco8ck6ohah/media-sosial-definisi-peran-dan-fungsi/ [28 Juni 2015]
- ROMELTEAMEDIA, Writing, Speaking, Blogging (2014). Media Sosial : Pengertian, Karakteristik, dan Jenis. Tersedia : http://www.romelteamedia.com/2014/04/media-sosial-pengertian-karakteristik.html [28 Juni 2015]
- Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas (2014). Komunikasi. Tersedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi [28 Juni 2015]
- Bintang Kurniawan (2015). Game Online. Tersedia: https://bintanglupin.wordpress.com/2015/05/30/game-online/ [28 Juni 2015]
- EDI EDU (2013). MANFAAT DAN JENIS KOMUNIKASI. Tersedia: http://eduedie.blogspot.com/2013/06/manfaat-dan-jenis-komunikasi.html [28 Juni 2015]
Kamis, 30 April 2015
LATIHAN DAN TUGAS MANDIRI - BAHASA INDONESIA
1. Tentukan subjek, predikat, objek, pelengkap, dan
keterangan kalimat berikut ini.
1. Persatuan
dapat dilaksanakan dengan menciptakan perasaan senasip.
Subjek : Persatuan
Predikat : dilaksanakan
Objek : –
Pelengkap : –
Keterangan : dengan menciptakan perasaan senasip ( keterangan proses )
Subjek : Persatuan
Predikat : dilaksanakan
Objek : –
Pelengkap : –
Keterangan : dengan menciptakan perasaan senasip ( keterangan proses )
2. Dapatkah
para pemimpin bangsa kita menciptakan perasaan semacam ini ?
Subjek : para pemimpin bangsa
Predikat : menciptakan
Objek : perasaan semacam ini
Pelengkap : –
Keterangan : –
Subjek : para pemimpin bangsa
Predikat : menciptakan
Objek : perasaan semacam ini
Pelengkap : –
Keterangan : –
3. Jika
dapat, bangsa Indonesia akan segera bangkit dari krisis. ( kalimat tanpa
subjek)
Perbaikan : Bangsa Indonesia akan segera bangkit dari krisis.
Subjek : Bangsa Indonesia
Predikat : bangkit
Objek : –
Pelengkap : dari krisis
Keterangan : –
Perbaikan : Bangsa Indonesia akan segera bangkit dari krisis.
Subjek : Bangsa Indonesia
Predikat : bangkit
Objek : –
Pelengkap : dari krisis
Keterangan : –
4. Selain
itu, nasionalisme meningkat dan daya juang bangsapun meningkat. ( kalimat tanpa
subjek )
Perbaikan : Nasionalisme dan daya juang bangsa meningkat.
Subjek : Nasionalisme dan daya juang bangsa
Predikat : meningkat
Objek : –
Pelengkap : –
Keterangan : –
Perbaikan : Nasionalisme dan daya juang bangsa meningkat.
Subjek : Nasionalisme dan daya juang bangsa
Predikat : meningkat
Objek : –
Pelengkap : –
Keterangan : –
5.
Dampaknya, arus modal ke luar negeri pun akan dapat diperkecil. ( kalimat tanpa
subjek )
Perbaikan : Arus modal ke luar negeri akan diperkecil.
Subjek : Arus modal
Predikat : diperkecil
Objek : –
Pelengkap : –
Keterangan : ke luar negeri ( keterangan tempat )
Perbaikan : Arus modal ke luar negeri akan diperkecil.
Subjek : Arus modal
Predikat : diperkecil
Objek : –
Pelengkap : –
Keterangan : ke luar negeri ( keterangan tempat )
6. Megawati,
Presiden RI , berupaya meningkatkan kepercayaan rakyat terhadap kemampuan
ekonomi Indonesia tanpa bantuan IMF. ( kemubaziran kata )
Perbaikan : Megawati berupaya meningkatkan kepercayaan rakyat terhadap kemampuan ekonomi Indonesia tanpa bantuan IMF.
Subjek : Megawati
Predikat : berupaya meningkatkan
Objek : kepercayaan rakyat terhadap kemampuan ekonomi Indonesia
Pelengkap : tanpa bantuan IMF
Keterangan : –
Perbaikan : Megawati berupaya meningkatkan kepercayaan rakyat terhadap kemampuan ekonomi Indonesia tanpa bantuan IMF.
Subjek : Megawati
Predikat : berupaya meningkatkan
Objek : kepercayaan rakyat terhadap kemampuan ekonomi Indonesia
Pelengkap : tanpa bantuan IMF
Keterangan : –
7. Budaya
bangsa merupakan modal pembangunan.
Subjek : Budaya bangsa
Predikat : merupakan modal pembangunan
Objek : –
Pelengkap : –
Keterangan : –
Subjek : Budaya bangsa
Predikat : merupakan modal pembangunan
Objek : –
Pelengkap : –
Keterangan : –
8. Kekayaan
budaya bangsa merupakan sumber kreativias yang luar biasa.
Subjek : Kekayaan budaya bangsa
Predikat : merupakan sumber kreativias yang luar biasa.
Objek : –
Pelengkap : –
Keterangan : –
Subjek : Kekayaan budaya bangsa
Predikat : merupakan sumber kreativias yang luar biasa.
Objek : –
Pelengkap : –
Keterangan : –
9.
Kreativitas budaya bangsa berpotensi besar dapat mendukung perekonomian.
Subjek : Kreativitas budaya bangsa
Predikat : berpotensi besar
Objek : –
Pelengkap : dapat mendukung perekonomian
Keterangan : –
Subjek : Kreativitas budaya bangsa
Predikat : berpotensi besar
Objek : –
Pelengkap : dapat mendukung perekonomian
Keterangan : –
10. Dalam
pembangun dituntut kreativitas baru, kerja keras dan efisiensi. (menempatkan kata
di depan subjek)
Perbaikan : Pembangun menuntut kreativitas baru, kerja keras dan efisiensi.
Subjek : Pembangun
Predikat : menuntut
Objek : kreativitas baru, kerja keras dan efisiensi.
Pelengkap : –
Perbaikan : Pembangun menuntut kreativitas baru, kerja keras dan efisiensi.
Subjek : Pembangun
Predikat : menuntut
Objek : kreativitas baru, kerja keras dan efisiensi.
Pelengkap : –
***************************************************************************
2. Tuliskan
pola dasar kalimat berikut ini !
a. Mahasiswa
yang menjuarai perolehan Indeks Prestasi kumulatif tertinggi mendapat
beasiswa melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi.
Pola dasar : S
(mahasiswa)- Keterangan(yang menjuarai perolehan Indeks Prestasi kumulatif
tertinggi mendapat beasiswa) P(melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih
tinggi)
b. Kalimat
yang panjang-panjang pada dasarnya mempunyai inti kalimat dasar yang sederhana.
Pola dasar : S(kalimat
yang panjang pada dasarnya) P(mempunyai) O(inti kalimat dasar yang sederhana)
c. Kalimat
yang panjang-panjang cenderung bertele-tele, sukar dipahami, dan dapat
menimbulkan salah penafsiran
Pola dasar : S(kalimat
yang panjang cenderung bertele-tele) P(sukar dipahami, dan dapat menimbulkan
salah penafsiran)
d. Oleh
karena itu, Anda harus dapat menyusun kalimat yang sederhana, mudah dipahami,
dan jelas maknanya.
Pola dasar : S(oleh
karena itu, Anda) P(harus dapat menyusun) O(kalimat) Keterangan(yang sederhana,
mudah dipahami, dan jelas maknanya)
e. Perang
ekonomi diberbagai Negara akan dimenangkan oleh Negara yang dicintai oleh
rakyatnya.
Pola dasar : S(perang
ekonomi diberbagai Negara) P(akan dimenangkan oleh Negara) O(yang dicintai oleh
rakyatnya)
f. Untuk
itu, para elit politik berupaya menanamkan kecintaan, kebanggaan, dan kesetiaan
rakyat kepada negaranya.
Pola dasar : S(elit
politik) P(berupaya) pelengkap(menanamkan kecintaan, kebanggaan, kesetian
rakyat) Pelengkap(kepada rakyat)
g. Hal
itu mudah diwujudkan, asal para elit politik memberi contoh dan tidak
memperkaya diri sendiri.
Pola dasar : S(para
elit politik) P(mudah diwujudkan) Keterangan(memberi contoh dan tidak
memperkaya diri sendiri)
h. Agar
dapat mandiri, kita harus bekerja keras dan menghentikan segala bentuk
ketergantungan kepada Negara lain.
Pola dasar : S(kita)
P(harus bekerja keras dan menghentikan segala bentuk ketergantungan)
Pelengkap(kepada Negara lain)
i.
Untuk mencerdasakan penduduk, pemerintah
harus memberikan penyuluhan, gizi yang cukup, dan dana pendidikan yang
mencukupi.
Pola dasar :
S(pemerintah) P(harus memberikan penyuluhan, gizi yang cukup) O(dan dan
pendidikan yang mencukupi)
j.
Jika tidak, sumber daya manusia bangsa
Indonesia akan ketinggalan jauh dari Negara-negara Asean lainnya.
Pola dasar : S(sumber
daya manusia bangsa Indonesia) P (akan ketinggalan jauh) Pelengkap(dari
Negara-negara Asean lainnya)
***************************************************************************
3. Kalimat berikut ini salah strukturnya. Tentukan
kesalahan dan perbaikilah!
1. Mahasiswa
itu giat belajar dan selalu mengikuti informasi terbaru. Sehingga menjadi
mahasiswa yang berkualitas.
Perbaikan : Mahasiswa itu giat belajar dan selalu mengikuti informasi Terbaru sehingga menjadi mahasiswa yang berkualitas.
Perbaikan : Mahasiswa itu giat belajar dan selalu mengikuti informasi Terbaru sehingga menjadi mahasiswa yang berkualitas.
2. Meskipun
berprestasi , tetapi belum memenuhi syarat kepuncak kariernya.
Perbaikan : Meskipun berprestasi , Hal itu belum memenuhi syarat ke puncak kariernya.
Perbaikan : Meskipun berprestasi , Hal itu belum memenuhi syarat ke puncak kariernya.
3. Dalam
negosiasi itu tidak memenangkan pihaknya.
Perbaikan : Negosiasi itu tidak memenangkan pihaknya.
Perbaikan : Negosiasi itu tidak memenangkan pihaknya.
4. Dari
perkembangan usahanya menunjukkan kemajuan pesat.
Perbaikan : Perkembangan usahanya menunjukkan kemajuan pesat.
Perbaikan : Perkembangan usahanya menunjukkan kemajuan pesat.
5. Tertinggi
di kelompok A dan terendah di kelompok B
Perbaikan : Meskipun tertinggi di kelompok A, namun di kelompok B dia adalah yang terendah.
Perbaikan : Meskipun tertinggi di kelompok A, namun di kelompok B dia adalah yang terendah.
6. Meskipun
sudah mencapai puncak kariernya tetapi ia bekerja keras.
Perbaikan : Meskipun sudah mencapai puncak kariernya, ia tetap bekerja keras.
Perbaikan : Meskipun sudah mencapai puncak kariernya, ia tetap bekerja keras.
7. Megawati
yang menjadi presiden wanita pertama di Indonesia.
Perbaikan : Megawati menjadi presiden wanita pertama di Indonesia.
Perbaikan : Megawati menjadi presiden wanita pertama di Indonesia.
8. Setiap orang
mengharapkan akan sejahtera hidup di dunia dan di akhirat.
Perbaikan : Setiap orang mengharapkan sejahtera hidup di dunia dan akhirat.
Perbaikan : Setiap orang mengharapkan sejahtera hidup di dunia dan akhirat.
9. Bagi
pegawai negeri yang akan pensiun hendaklah menyiapkan mental.
Perbaikan : Bagi pegawai negeri yang akan pension hendaklah menyiapkan mentalnya.
Perbaikan : Bagi pegawai negeri yang akan pension hendaklah menyiapkan mentalnya.
10.Walaupun
belum pernah ke rumahku , tetapi ia tidak kesulitan mencarinya.
Perbaikan : Walaupun belum pernah ke rumahku , ia tidak kesulitan mencarinya.
Perbaikan : Walaupun belum pernah ke rumahku , ia tidak kesulitan mencarinya.
***************************************************************************
4. Kalimat berikut ini salah diksinya. Tentukan
kesalahannya dan perbaikilah
!
1. Ia bukan
mahasiswa teladan tetapi mahasiswa biasa.
Perbaikan : Ia bukan mahasiswa teladan melainkan hanya mahasiswa biasa.
Perbaikan : Ia bukan mahasiswa teladan melainkan hanya mahasiswa biasa.
2. Cinta
adalah merasa setia , bangga, dan prihatin terhadap objek cintanya.
Perbaikan : Cinta adalah perasaan setia , bangga, dan simpati terhadap objek cintanya.
Perbaikan : Cinta adalah perasaan setia , bangga, dan simpati terhadap objek cintanya.
3. Cinta
yaitu perasaan setia , bangga dan prihatin.
Perbaikan : Cinta yaitu merasa setia , bangga dan simpati.
Perbaikan : Cinta yaitu merasa setia , bangga dan simpati.
4. Cinta
merupakan kasih sayang.
Perbaikan : Cinta ialah kasih dan sayang.
Perbaikan : Cinta ialah kasih dan sayang.
5. Sesuai
cita-citanya menjadi wirausahawan , ia mendalami bidang tersebut.
Perbaikan : Sesuai cita-citanya menjadi wirausaha, ia mendalami bidang tersebut.
Perbaikan : Sesuai cita-citanya menjadi wirausaha, ia mendalami bidang tersebut.
6. Ia bukan
hanya cerdas tetapi juga rajin belajar.
Perbaikan : Ia bukan hanya pandai tetapi juga rajin belajar.
Perbaikan : Ia bukan hanya pandai tetapi juga rajin belajar.
7. Ia
membaca banyak buku-buku yang digemarinya.
Perbaikan : Ia membaca banyak buku yang digemarinya.
Perbaikan : Ia membaca banyak buku yang digemarinya.
8. Ia
mengambili buku-buku yang berjatuhan di lantai.
Perbaikan : Ia mengambili buku yang berjatuhan dilantai.
Perbaikan : Ia mengambili buku yang berjatuhan dilantai.
9. Kepada
Yth Bambang Pamungkas di Jakarta.
Perbaikan : Yth. Bambang Pamungkas di Jakarta.
Perbaikan : Yth. Bambang Pamungkas di Jakarta.
10.Yth.
Bapak Prof.Dr. Purnama Sidi di Bandung.
Perbaikan : Yth. Prof.Dr. Purnama Sidi di Bandung.
Perbaikan : Yth. Prof.Dr. Purnama Sidi di Bandung.
***************************************************************************
5. Kalimat berikut ini salah ejaannya. Tentukan
kesalahanya dan perbaikilah!
1. Untuk
menjadi atlit professional ia harus memiliki kondite baik dan “ track record “
yang luar biasa.
Perbaikan : Untuk menjadi atlet professional ia harus memiliki konduite baik dan track record yang luar biasa.
Perbaikan : Untuk menjadi atlet professional ia harus memiliki konduite baik dan track record yang luar biasa.
2. Meskipun
usahanya belum berhasil ia tidak pernah mengeluh.
Perbaikan : Meskipun usahanya belum berhasil, ia tidak pernah mengeluh.
Perbaikan : Meskipun usahanya belum berhasil, ia tidak pernah mengeluh.
3. Buku itu
mahal, tetapi dibelinya juga.
Perbaikan : Ia tetap membeli buku itu meskipun harganya mahal.
Perbaikan : Ia tetap membeli buku itu meskipun harganya mahal.
4. Bacalah
halaman ke 1100 s/d 1500 dari 2000 halaman buku itu.
Perbaikan : Bacalah halaman ke seribu seratus sampai dengan seribu lima ratus dari dua ribu halaman buku itu.
Perbaikan : Bacalah halaman ke seribu seratus sampai dengan seribu lima ratus dari dua ribu halaman buku itu.
5. Jika Anda
mengkopi buku ini Anda akan didenda Rp. 5 miliar.
Perbaikan : Jika Anda mengkopi buku ini Anda akan didenda Rp 5.000.000.000,00.
Perbaikan : Jika Anda mengkopi buku ini Anda akan didenda Rp 5.000.000.000,00.
6. Evaluasi
pembelajaran Anda meliputi kehadiran , Ujian Tengah semester, Ujian Akhir
semester dan Makalah ilmiah yang anda tulis.
Perbaikan : Evaluasi pembelajaran Anda meliputi kehadiran, hasil Ujian Tengah semester dan Ujian Akhir semester serta Makalah ilmiah Anda.
Perbaikan : Evaluasi pembelajaran Anda meliputi kehadiran, hasil Ujian Tengah semester dan Ujian Akhir semester serta Makalah ilmiah Anda.
7. Ia akan
mempelajari undang-undang itu dan membandingkannya dengan Undang-undang Dasar
RI.
Perbaikan : Ia akan mempelajari Undang-Undang itu dan membandingkannya dengan Undang-Undang Dasar RI.
Perbaikan : Ia akan mempelajari Undang-Undang itu dan membandingkannya dengan Undang-Undang Dasar RI.
8. Pada hari
ini selasa 17 Agustus 2004 Tahun Masehi RI merayakan hari kemerdekaan ke 58.
Perbaikan : Pada hari ini Selasa 17 Agustus 2004, RI merayakan Hari Kemerdekaan ke 58.
Perbaikan : Pada hari ini Selasa 17 Agustus 2004, RI merayakan Hari Kemerdekaan ke 58.
9. Untuk
mengambil uang di bank BNI dalam jumlah besar harus menunjukkan KTPnya kepada
kasier.
Perbaikan : Untuk mengambil uang di bank BNI dalam jumlah besar harus menunjukkan KTPnya kepada kasir.
Perbaikan : Untuk mengambil uang di bank BNI dalam jumlah besar harus menunjukkan KTPnya kepada kasir.
10. Banyak
orang Indonesia mengkonsumsi cassava setiap harinya.
Perbaikan : Banyak orang Indonesia mengkonsumsi cassava setiap harinya.
Perbaikan : Banyak orang Indonesia mengkonsumsi cassava setiap harinya.
***************************************************************************
6. Kalimat berikut tidak efektif . tentukan
kesalahannya dan perbaikilah menjadi kalimat efektif !
1. Karena
sudah diketahui sebelumnya mahasiswa segera menjawab soal.
Perbaikan : Karena sudah mengetahui sebelumnya mahasiswa segera menjawab soal.
Perbaikan : Karena sudah mengetahui sebelumnya mahasiswa segera menjawab soal.
2. Di
Indonesia melakukan berbagai pembenahan kebijakan bagi pembinaan masyarakat
ekonomi lemah.
Perbaikan : Indonesia melakukan berbagai pembenahan kebijakan bagi pembinaan masyarakat ekonomi lemah.
Perbaikan : Indonesia melakukan berbagai pembenahan kebijakan bagi pembinaan masyarakat ekonomi lemah.
3. Upaya
mendesak adalah mengadili para koruptor.
Perbaikan : Mengadili para koruptor adalah upaya mendesak.
Perbaikan : Mengadili para koruptor adalah upaya mendesak.
4. Korupsi
dipastikan menimbulkan biaya produksi yang amat tinggi di berbagai usaha .
Sehingga melemahkan daya saing di pasar internasional.
Perbaikan : Korupsi dipastikan menimbulkan biaya produksi yang sangat tinggi di berbagai usaha, sehingga melemahkan daya saing di pasar internasional.
Perbaikan : Korupsi dipastikan menimbulkan biaya produksi yang sangat tinggi di berbagai usaha, sehingga melemahkan daya saing di pasar internasional.
5. Dengan
korupsi seorang calon pejabat diwajibkan membayar uang yang sangat besar, maka
setelah menjabat pejabat itu cenderung berupaya mendapatkan kembali uang yang
digunakan untuk membayar jabatannya.
Perbaikan : Korupsi mewajibkan seorang calon pejabat membayar uang yang sangat besar untuk memperoleh jabatannya , maka setelah menjabat pejabat itu cenderung berupaya mendapatkan kembali uang yang digunakan untuk membayar jabatannya.
Perbaikan : Korupsi mewajibkan seorang calon pejabat membayar uang yang sangat besar untuk memperoleh jabatannya , maka setelah menjabat pejabat itu cenderung berupaya mendapatkan kembali uang yang digunakan untuk membayar jabatannya.
6. Vietnam
yang berhasil menghukum mati para koruptor dalam upaya menegakkan keadilan dan
kemakmuran di negara itu.
Perbaikan : Vietnam berhasil menghukum mati para koruptor dalam upaya menegakkan keadilan dan kemakmuran di negaranya.
Perbaikan : Vietnam berhasil menghukum mati para koruptor dalam upaya menegakkan keadilan dan kemakmuran di negaranya.
7. Kepada
semua mahasiswa yang mengadapi masalah penulisan skripsi dapat berkonsultasi
dengan dosen pembimbing.
Perbaikan : Bagi mahasiswa yang menghadapi masalah penulisan skripsi dapat berkonsultasi dengan dosen pembimbing.
Perbaikan : Bagi mahasiswa yang menghadapi masalah penulisan skripsi dapat berkonsultasi dengan dosen pembimbing.
8. Oleh
karena itu , maka setiap universitas hendaklah membimbing masyarakat kecil agar
mengembangkan potensi bisnisnya.
Perbaikan: Setiap universitas hendaklah membimbing masyarakat kecil agar mengembangkan potensi bisnisnya.
Perbaikan: Setiap universitas hendaklah membimbing masyarakat kecil agar mengembangkan potensi bisnisnya.
9. Meskipun
kinerja bisnis mulai bangkit , tetapi kita harus tetap meningkatkan kualitas
dan kuantitas produksi.
Perbaikan : Meskipun kinerja bisnis mulai bangkit, kita harus tetap meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.
Perbaikan : Meskipun kinerja bisnis mulai bangkit, kita harus tetap meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.
10.Dari
penelitian membuktikan bahwa pembinaan ekonomi rakyat kecil kurang intensif.
Perbaikan : Penelitian membuktikan bahwa pembinaan ekonomi rakyat kecil kurang intensif.
Perbaikan : Penelitian membuktikan bahwa pembinaan ekonomi rakyat kecil kurang intensif.
11.Adalah
merupakan tanggung jawab kita semua untuk menciptakan rasa aman dan tenteram di
masyarakat kita.
Perbaikan : Menciptakan rasa aman dan tenteram di masyarakat kita adalah tanggung jawab kita semua
Perbaikan : Menciptakan rasa aman dan tenteram di masyarakat kita adalah tanggung jawab kita semua
12.Kita akan
membicarakan tentang pembinaan masyarakat miskin agar bangkit mengembangkan
potensinya.
Perbaikan : Kita akan membicarakan pembinaan masyarakat miskin agar bangkit mengembangkan potensinya.
Perbaikan : Kita akan membicarakan pembinaan masyarakat miskin agar bangkit mengembangkan potensinya.
13.Untuk
meningkatkan mutu akademis, memerlukan sarana yang harus dibiayai dengan uang
SPP.
Perbaikan : Untuk meningkatkan mutu akademis, kita memerlukan sarana yang harus dibiayai dengan uang SPP.
Perbaikan : Untuk meningkatkan mutu akademis, kita memerlukan sarana yang harus dibiayai dengan uang SPP.
14.Untuk
mendaki gunung seorang pendaki harus menyiapkan peralatan,stamina, dan semangat
yang tinggi.
Perbaikan : Untuk mendaki gunung , seorang pendaki harus menyiapkan peralatan,stamina, dan semangat yang tinggi.
Perbaikan : Untuk mendaki gunung , seorang pendaki harus menyiapkan peralatan,stamina, dan semangat yang tinggi.
15.Penelitian
itu masih dalam taraf pengumpulan data-data yang sangat diperlukan guna menguji
hipotesis.
Perbaikan : Penelitian itu masih dalam tahap pengumpulan data yang nantinya sangat diperlukan guna menguji hipotesis.
Perbaikan : Penelitian itu masih dalam tahap pengumpulan data yang nantinya sangat diperlukan guna menguji hipotesis.
16.Hipotesis
nol adalah berarti tidak membedakan variabel x dan variabel y.
Perbaikan : Hipotesis nol adalah hipotesis yang tidak membedakan variabel x dan y.
Perbaikan : Hipotesis nol adalah hipotesis yang tidak membedakan variabel x dan y.
17.Masing-masing
mahasiswa yang mengikuti studi lapangan harus membawa sesuatu perlengkapan.
Perbaikan : Setiap mahasiswa yang mengikuti studi lapangan harus membawa perlengkapan penelitian nya.
Perbaikan : Setiap mahasiswa yang mengikuti studi lapangan harus membawa perlengkapan penelitian nya.
18.Dalam
cerita itu dikisahkan seorang wanita yang berhasil menyelamatkan bayi
yangdilahirnya ketika peristiwa itu berlang-sung.
Perbaikan : Cerita itu mengisahkan seorang wanita yang berhasil menyelamatkan bayi yang dilahirkannya ketika peristiwa itu berlangsung.
Perbaikan : Cerita itu mengisahkan seorang wanita yang berhasil menyelamatkan bayi yang dilahirkannya ketika peristiwa itu berlangsung.
19.Karena
sering sakit dan tidak masuk kuliah maka soal yang mudahpun tidak mampu
dijawabnya.
Perbaikan : Karena sering sakit dan tidak hadir kuliah maka soal yang mudahpun tidak mampu dijawabnya.
Perbaikan : Karena sering sakit dan tidak hadir kuliah maka soal yang mudahpun tidak mampu dijawabnya.
20.
Berhubung waktu ujian sudah mendesak, sehingga persiapan untuk belajar secara
mendalam tidak dilakukan.
Perbaikan : Persiapan untuk belajar secara mendalam tidak dilakukan karena waktu ujian sudah mendesak.
Perbaikan : Persiapan untuk belajar secara mendalam tidak dilakukan karena waktu ujian sudah mendesak.
**********************************************************************************
7. Buatlah
sebuah paragraf menggunakan kalimat efektif ( terdiri atas 5 kalimat ) !
topik sesuai dengan bidang studi Anda. Perhatikan penggunaan kata penghubung antarkalimat, struktur,diksi,ejaan,dan persyaratan kalimat efektif ,kalimat topik dan kalimat penjelas. dan setiap kalimat diberi nomor urut.
topik sesuai dengan bidang studi Anda. Perhatikan penggunaan kata penghubung antarkalimat, struktur,diksi,ejaan,dan persyaratan kalimat efektif ,kalimat topik dan kalimat penjelas. dan setiap kalimat diberi nomor urut.
Andi pergi ke toko buku karena ingin membeli buku Visual
Studio 2010, padahal buku itu sudah pernah Andi baca tetapi Andi tetap ingin
membaca buku tersebut. Alasan Andi ingin membeli buku itu lagi dikarenakan Andi
ingin menambah referensinya tentang program Visual Studio 2010 untuk keperluan
pembuatan penulisan ilmiah. Setelah mendapatkan buku, Andi membaca buku yang
sangat didambakannya. Namun setelah membaca buku tersebut Andi menyadari bahwa
buku yang dibeli tidak lebih baik daripada buku yang dibeli sebelumnya. Menurut
Andi, buku yang dibeli sebelumnya lebih lengkap isinya daripada buku yang baru
dibeli.
Langganan:
Komentar (Atom)