Minggu, 28 Juni 2015

Media Sosial (Sosial Media)

     Dilihat dari perkembangan teknologi sekarang ini, mayoritas orang banyak menggunakan fasilitas internet. Internet merupakan ikon dari perkembangan teknologi di era globalisasi saat ini. Semua orang di dunia telah mengenal dan menggunakan internet dengan baik..Hal tersebut telah membuat setiap individu terus berusaha agar dapat mengikuti setiap perkembangan teknologi yang ada,sehingga pengetahuan semakin bertambah dan maju seiring perkembangan zaman. Dari perkantoran hingga ke sekolah – sekolah kini telah menggunakan kecanggihan internet untuk melakukan aktivitas sehari – hari.

     Perkembangan teknologi dari waktu ke waktu kini semakin pesat, baik dari sisi hardware maupun software yang bersifat desktop based, web based hingga aplikasi yang dapat berjalan dalam Ponsel / Gadget. Ponsel (Gadget) menjadi alat bantu pintar yang memiliki banyak kemampuan untuk berkomunikasi dua arah, sarana hiburan, memutar ulang audio video, menjalankan game, dan juga menjelajah di dunia maya. Selain dari sisi hardware maupun software yang semakin meningkat, perkembangan teknologi di bidang development pun juga semakin berkembang pesat. Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai macam engine yang semakin mempermudah developer untuk membuat alat komunikasi sesuai dengan keinginannya.

     Dilihat dari kesibukan masyarakat saat ini yang begitu padat , pastinya dapat membuat tingkat komunikasi antar perorangan menjadi sulit. Maka dari itu kebanyakan orang membutuhkan alat atau media untuk mengatasi hal tersebut. Salah satu media yang mudah di dapat adalah aplikasi sosial media. Di mana, di zaman yang serba teknologi ini, aplikasi sosial media sangat mudah di dapatkan, contohnya adalah Facebook, Twitter, BBM, dan Whatsapp. Komunikasi adalah suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Evolusi dari komunikasi itu sendiri, bisa dikatakan sangat berkembang yaitu dari yang hanya terjadi lewat tatap muka dan lewat sambungan telepon, menjadi bisa lewat dunia maya atau internet dengan jangkauan yang sangat luas.

     Sosial media merupakan salah satu media komunikasi yang banyak digemari saat ini. Apalagi sekarang banyak sekali situs internet dan aplikasi yang menjadi sarana untuk berkomunikasi. Kebanyakan mulai dari kaum pelajar hingga orang dewasa sekalipun memanfaatkan fasilitas internet untuk menggunakan sosial media. Bahkan anak usia dini saat ini pun sudah bisa menggunakan sosial media tersebut.

     Sosial media/media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya (users) bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan dunia virtual. Jaringan yang biasanya digunakan adalah jaringan internet dan yang sejenisnya, serta selalu menggunakan teknologi yang ada saat ini, seperti modem dan koneksi kabel. Biasanya aplikasi sosial media sering disediakan sebagai tambahan layanan dari perusahaan penyedia jasa online, atau dapat diakses langsung melalui sistem yang disediakan dari perusahaan yang menyediakan aplikasi tersebut. Sebuah aplikasi sosial media bisa digunakan secara bersamaan dengan menggunakan komputer atau gadget yang terhubung ke dalam sebuah jaringan tertentu.

     Sosial media  merupakan pemenuhan akan kebutuhan manusia dibidang komunikasi karena dapat melakukan komunikasi atau interaksi secara real time. Dilihat dari fungsinya, media sosial dapat memperluas interaksi sosial manusia menggunakan internet dan teknologi web, selain itu sosial media juga berhasil mentransformasi praktik komunikasi searah menjadi praktik komunikasi dialogis antar banyak audience, sehingga membuat para penggunanya seakan melakukan interaksi pada tempat yang sama. Media sosial juga sering kali di salah gunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan kriminal, misalnya digunakan untuk penipuan berkedok pertemanan , kemudian setelah sudah termakan hasutan pelaku. orang tersebut di jual menjadi PSK). Media sosial tidak hanya digunakan sebagai fasilitas berkomunikasi saja, tetapi kita harus tau apa dampak penggunaan media sosial tersebut, baik itu dampak positif ataupun negatif.

     Dampak positif dari media sosial itu misalnya melalui jaringan internet, memungkinkan pemain untuk melakukan sosialisasi virtual tanpa dibatasi ruang dan waktu. Bukan hal langka lagi ketika seorang menjalin hubungan pertemanan bahkan pernikahan yang bermula dari bermain sosial media. Selain itu media sosial bisa menjalin silaturahmi sesama teman kita dimana saja tanpa harus bertatap muka, bisa mendapatkan banyak teman dari mana saja, terkadang dengan jejaring sosial, kita bisa bertemu dengan teman lama yang sudah lama tidak pernah bertemu, Kita bisa menambah ilmu pengetahuan, misalnya (kita bisa mendesign – design layout dari jejaring sosial kita atau bisa membuat aplikasi dan kemudian di share ke teman-teman kita lewat jejaring sosial), dengan penggunaan media sosial kita juga lebih cepat mendapatkan informasi, terutama apabila anda mempunyai account twitter. karena account tersebut lebih mudah untuk menyampaikan informasi yang sedang in (terbaru), selain itu juga dapat di gunakan ajang promosi bagi band-band atau artis dalam memprosikan album atau film mereka. Media sosial jika dimanfaatkan dapat membuka peluang bisnis dan lahan mandapatkan penghasilan tambahan. Misalnya saja dengan mengiklankan usaha kita, berjualan di media sosial, atau bahkan melakukan transaksi jual beli melalui media sosial. Banyak aplikasi atau media sosial berbasis internasional, sehingga menuntut seseorang untuk menggunakan bahasa Inggris. Jadi dapat melatih pemahaman mereka dalam berbahasa Inggris. Menurut peneliti, melakukan komunikasi membantu mengetahui, memahami semua informasi yang diperlukan, mempererat tali persaudaraan antar pribadi, kelompok, golongan,bangsa dan negara, dengan komunikasi kita dapat mengetahui kebijakan dan peraturan perundang-undangan Negara, komunikasi berguna bagi organisasi atau kelompok guna melakukan dan menciptakan kerjasama yang baik, dan lain-lain. Komunikasi tidak hanya biasa dilakukan oleh orang tua, tapi juga anak-anak. Tak ada salahnya sebagai anak-anak untuk sesekali bergabung dengan orang tua untuk berkomunikasi bersama. Kebersamaan saat berkomunikasi ini akan meningkatkan keakraban dan interaksi dalam keluarga, dan masyarakat.

     Media sosial atau sosial media juga memiliki dampak negatif bagi penggunanya, misalnya seperti sosialisasi fisik berkurang, karena pengguna lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersosialisasi di dunia maya. Penggunaan media sosial melalui komputer, yang mengeluarkan spektrum cahay, dapat merusak mata jika dipandangi terus-menerus tanpa istirahat. Beberapa aplikasi media sosial memerlukan biaya untuk pengguanaannya, misalnya untuk menggunakannya, pengguna harus mengeluarkan biaya penyewaan komputer di warnet atau hanya untuk membeli kuota internet agar terus bisa terkoneksi dengan jaringan. Apabila tidak diorganisir dengan baik, pengguna media sosial dapat menghabiskan biaya cukup besar. Penggunaan media sosial secara berlebihan dapat mengacaukan manajemen waktu jika tidak diatur dengan baik. Banyak kasus di mana penggunanya kecanduan bermain hingga lupa waktu dan melalaikan segala tanggung jawab dan pekerjaannya di dunia nyata, seperti bolos sekolah. Dalam beberapa kasus, pengguna sama sekali melupakan aktivitas fisik dan makan di dunia nyata selama berhari-hari sehingga menimbulkan serangan jantung dan kematian. Pikiran akan selalu terarah pada interaksi di media sosial dan berakibat berkurangnya konsentrasi untuk belajar dan juga membuat emosi tidak stabil. Entah ini terjadi di seluruh dunia atau hanya Indonesia tetapi sejauh yang penulis temui di warnet-warnet diberbagai kota. Para pengguna media sosial sering mengucapkan kata-kata kotor dan kasar saat bermain di warnet.

     Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah diatas maka masalah yang akan dibahas lebih lanjut dalam penelitian ini yaitu hanya dibatasi pada kecanduan masyarakat terhadap media sosial (sosial media).

     Kecanduan merupakan perasaan yang sangat kuat terhadap sesuatu yang diinginkannya sehingga ia akan berusaha untuk mencari sesuatu yang sangat diinginkan itu, misalnya kecanduan internet, kecanduan melihat televisi, atau kecanduan bekerja. Seseorang dapat dikatakan mengalami kecanduan jika tidak mampu mengontrol keinginan untuk menggunakan sesuatu, sehingga memyebabkan dampak negatif bagi individu, baik secara fisik maupun psikis (Badudu, J.S dan Mohammad Zain, Z, 2005: 1397). Salah satu objek yang menyebabkan munculnya kecanduan itu sendiri yaitu media sosial.

     Dengan demikian kecanduan media sosial merupakan salah satu jenis kecanduan yang disebabkan oleh teknologi internet atau yang lebih dikenal dengan internet addictive disorder. Internet dapat menyebabkan kecanduan, salah satunya adalah berlebihan dalam menggunakan media sosial. Media sosial atau sosial media atau yang lebih akrab dibilang sosmed merupakan bagian dari internet yang sering dikunjungi dan sangat digemari dan bisa menyebabkan kecanduan yang memiliki intensitas yang sangat tinggi. Dari uraian di atas dapat disimpulkan pengertian kecanduan media sosial adalah suatu keadaan seseorang terikat pada kebiasaan yang sangat kuat dan tidak bisa lepas untuk menggunakan media sosial. Seorang pecandu sosial media dapat menghabiskan waktu untuk bermain sekitar 6 jam atau lebih dalam satu hari. Jika tidak memiliki aktivitas yang dilakukan pecandu media sosial dalam satu hari, mereka terbiasa untuk bermain media sosial lebih lama dan dapat menghabiskan waktu hingga 20 jam dalam satu hari.
Dalam perjalanannya, media sosial telah menjalani perkembangan yang pesat, baik dari segi teknologinya mulai dari dahulu hanya dipakai oleh militer untuk keperluan komunikasi militer hingga bisa menjadi industri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas. Media sosial juga sudah mempengaruhi cara kita bersosialisasi dengan orang lain. Media sosial membuat kita dapat berinteraksi secara tidak langsung dengan orang lain. Akan tetapi efek dari keranjingan media sosial juga dapat berdampak buruk tergantung pada diri masing-masing bagaimana cara mengontrolnya.


     Untuk mencegah terjadinya kecanduan sebaiknya melakukan aktivitas – aktivitas di luar rumah seperti berolahraga, berkumpul dengan teman – teman dan masih banyak lagi. Selain itu dengan metode spiritual thinking, yaitu dengan dengan mengalihkan energi dan gairah seseorang menuju hal-hal yang kreatif dan positif. Jika mereka bisa memprogramkan diri untuk menyenangi televisi dan bermain gadget untuk bermain media sosial, mereka mestinya juga bisa diprogramkan untuk hal-hal lain yang lebih baik. Jika ia bisa candu untuk bermain media sosial, maka mereka pun juga bisa diprogramkan untuk candu belajar. Sebaiknya kita harus mengatur antara waktu belajar dengan waktu bermain, jangan sampai waktu bermain lebih banyak daripada waktu belajar.

     Metode yang digunakan dalam pengumpulan data di atas adalah metode langsung dan pencarian langsung dari berbagai sumber, seperti dari buku-buku yang berkaitan dengan judul penulisan dan dari berbagai blog dan website yang ada.

DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar